“Jadi Kodim 0723/Klaten mendapatkan perintah untuk menyalurkan bantuan tunai pedagang kaki lima, warung dan nelayan (BTPKLWN) ini. Ada 20 ribu orang yang telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan ini,” jelas Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo, Jumat (8/4).
Joni menjelaskan, pada penyaluran perdana terdapat 800 PKL dan pemilik warung. Penyaluran bantuan tersebut akan dilaksanaan selama 10 hari dengan lokasi di sejumlah desa. Harapannya bantuan tersebut bisa langsung dirasakan oleh para penerima manfaat tersebut.
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para penerima yakni warga negara Indonesia (WNI) yang ber-KTP Klaten. Sebelumnya tidak pernah menerima bantuan produtif usaha mikro (BPUM). Mengingat apabila sudah pernah menerima akan tertolak secara otomatis pada aplikasi saat proses verifikasi BTPKLWN tersebut.
“Dalam satu KK hanya ada satu orang yang diperbolehkan mendapatkan bantuan. Tidak boleh dalam satu KK masih dengan keluarga aparatur sipil negara (ASN) maupun TNI-Polri. Sedangkan pekerjaan merupakan pedagang kaki lima maupun asongan,” ucapnya.
Joni berharap kepada para PKL dan pemilik warung yang mendapatkan bantuan tersebut bisa memanfaatkan secara optimal. Terutama untuk pengembangan usaha paska terdampak pandemi Covid-19.
Salah seoarang pemilik usaha warmindo di Desa Bramen, Kecamatan ,Klaten Utara, Angga, 21, berencana bantuan itu akan digunakan sebagai modal usahanya.
“Soalnya sehari-hari tidak menentu biasanya hanya mendapatkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu saja. Jadi saya rasa bantuan ini sangat bermanfaat,” ucapnya.
Dia berharap agar bantuan serupa terus berlanjut sehingga ada kesinambungan dalam pengembangan usahanya agar bisa bangkit kembali usai terdampak pandemi Covid-19.
Penerima bantuan lainnya asal Kecamatan Jatinom, Lasiyem, 50, mengungkapkan, bantuan yang dia terima juga digunakan untuk modal usaha minumannya kembali. Mengingat jika hanya mengandalkan dari pendapatannya sehari-hari tidak bisa optimal.
“Kalau dalam sehari paling hanya dapat Rp 70 ribu saja per hari. Kalau saat ramai ya hanya Rp 200 ribu saja. Saya bersyukur mendapatkan bantuan ini,” ujar dia. (ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram