Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Polres Klaten Warning Admin Medsos untuk Tidak Asal Sebar Informasi

Damianus Bram • Rabu, 13 April 2022 | 15:15 WIB
HARUS DIAWASI: Sejumlah admin media sosial di Klaten dibina Polres Klaten, Senin (11/4). (DOKUMENTASI POLRES KLATEN FOR RADAR SOLO)
HARUS DIAWASI: Sejumlah admin media sosial di Klaten dibina Polres Klaten, Senin (11/4). (DOKUMENTASI POLRES KLATEN FOR RADAR SOLO)
KLATEN – Polres Klaten mewarning keras para admin media sosial (medsos) untuk tidak asal menyebarkan informasi. Pasalnya, banyak beredar informasi hoaks yang menyesatkan masyarakat melalui medsos. Untuk itu, polres melakukan pembinaan terhadap 16 admin medsos di Klaten, Senin (11/4).

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengungkapkan, pertemuan itu bagian dari kesepakatan dalam menciptakan kondusivitas di Kota Bersinar. Mengingat sudah dua kali beredar informasi hoaks atau berita bohong terkait klitih yang membuat resah warga Klaten.

”Saya harapkan masyarakat bisa menyaring informasi, sehingga tidak menelan mentah-mentah. Apalagi jarimu bisa jadi harimaumu. Kemarin yang bikin gaduh soal klitih sudah kami amankan, semuanya diproses lanjut,” tegas kapolres.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pertemuan dengan admin media sosial di Klaten itu juga bagian dari pembinaan. Terlebih lagi sepakat untuk saling bersinergi dalam mencegah berita hoaks. Termasuk admin media sosial diminta lebih teliti dan jeli dalam meloloskan suatu postingan yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

”Meskipun memang benar-benar ada klitih akan kami tindak tegas. Kami akan rilis minggu-minggu ini jika memang ada,” tegas Eko.

Salah seorang admin media sosial yang mengikuti pertemuan Ari Nugraha Waluya Jati, 26. Dia mengaku mengelola grup facebook Cawas Punya Facebook dengan anggota 56.121 orang.

”Ada 15 admin. Beberapa hal yang kami lakukan dalam menyaring informasi yang hendak diposting dalam grup facebook itu. Salah satunya kami memberlakukan pengaturan untuk postingan harus melalui persetujuan oleh admin terlebih dahulu. Jadi admin bisa mencermati terlebih dahulu postingan itu layak ditampilkan ke publik atau tidak,” ucapnya.

Jati menambahkan, apabila ada postingan dengan sumber tidak jelas akan dilakukan klarifikasi terlebih dahulu. Apabila sumber postingan itu jelas maka akan disetujui untuk ditampilkan dalam grup Facebook. Bisa juga tidak disetujui karena mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

”Dalam pertemuan kemarin juga disepakati seluruh admin untuk menjaga kondusifitas di Klaten. Termasuk apabila ada hal-hal yang belum diketahui kebenarannya bisa melakukan klarifikasi ke Satreskrim maupun Humas Polres Klaten. Sudah disepakati untuk membuat grup sehingga para admin bisa menanyakan secara langsung,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Polres Klaten Warning Admin Medsos #Informasi Hoaks #polres klaten #Sebar Info Hoaks