Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, ada beberapa hal yang ditekankan dalam catatan strategis terhadap laporan keterangan pertanggungjawab (LKPJ) Bupati Klaten Tahun 2021. Salah satunya menggenjot pemasukan daerah, sehingga dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) menjadi lebih longgar.
”Selama pandemi, PAD kita turun. DPRD sudah mengusulkan agar pada 2023 membuat kajian potensi pendapatan daerah. Untuk mengetahui potensinya ada, dimana kita harus berbasiskan pada kajian strategis atau ilmiah. Jadi tidak bisa dilakukan secara grambyangan,” ucap Hamenang usai rapat paripurna dengan agenda persetujuan catatan startegis dan penyampaian keputusan terhadap LKPJ Bupati Tahun 2021, Kamis (14/4).
Hamenang menambahkan, melalui kajian potensi PAD, akan diketahui sektor mana saja yang perlu dimaksimalkan. Terlebih lagi hasil kajiannya bisa menjadi dasar dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan PAD. Apalagi kasus Covid-19 di Klaten melandai serta adanya pemulihan ekonomi.
”Di samping PAD kita turun karena pandemi, juga terdapat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum maksimal dalam menyerap anggaran. Memang ada pemangkasan anggaran, tapi kita harapkan dalam perencanaan di awal lebih matang. Sehingga realisasinya lebih maksimal. Kedepannya diharapkan PR-PR tersebut dapat diselesaikan,” ucapnya.
Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Klaten pada tahun ini untuk PAD ditargetkan Rp 274,48 miliar. Hingga April ini sudah tercapai 70,91 miliar atau sekitar 25,83 persen dari yang ditargetkan.
”Khusus untuk pajak daerah dari target Rp 113,7 miliar sudah tercapai Rp 39,43 miliar atau 34,66 persen. Pada perubahan nanti akan kami lakukan revisi. Dalam artian revisi ini yakni kenaikan. Termasuk beberapa jenis pajak lainnya disesuaikan dengan potensi yang ada,” jelas Subkoordinator Pengembangan dan Pelayanan Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) BPKPAD Klaten, Harjanto Heri Wibowo.
Lebih lanjut Harjanto menjelaskan, untuk PAD juga datang dari retribusi yang tahun ini ditargetkan Rp 15,67 miliar. Hingga April ini sudah tercapai Rp 3,7 miliar atau 24,19 persen dari yang ditargetkan.
”Kalau retribusi ini tidak terlalu stagnan, tetapi sudah mulai membaik. Beberapa jenis retribusi kalau dioptimalkan ya bisa optimal. Misalnya retribusi tera hingga pelayanan persampahan juga lumayan tinggi,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram