Kharis mengatakan, salah satu tugas MPR adalah melaksanakan kegiatan memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal lka, dan Ketetapan MPR RI. Kegiatan ini diberi nama program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Tujuan sosialisasi 4 pilar ini untuk memberikan suatu pemahaman nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat.
”Pemahaman akan nilai-nilai empat pilar adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan. Serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera. Di samping itu juga untuk menggairahkan semangat patriotisme, cinta dan bangga terhadap tanah air,” papar Kharis.
Kharis menambahkan, kegiatan sosialisasi 4 pilar di bulan Ramadan ini mengingatkan bahwa berdirinya NKRI yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 H.
Terlebih sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini sangat penting, terutama dalam memahami proses sejarah lahirnya Pancasila. Sebab, masih ada masyarakat yang tidak tahu kapan tanggal lahirnya Pancasila, bahkan tidak hafal teks Pancasila.
Ini adalah bukti bahwa masih banyak yang kurang informasi. Padahal menghafal, memahami isi dan sejarah Pancasila adalah syarat dalam mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 pilar ini diinternalisasi oleh seluruh komponen bangsa, maka semua akan bijak menjalankan fungsi dan perannya masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa, maka akan lahir masyarakat yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.
”Saya minta perwakilan 10 orang maju untuk memastikan bahwa yang hadir disini semua hafal teks Pancasila,” pinta Kharis. Dari 10 orang yang maju semuanya hafal teks Pancasila. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram