Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jelang Lebaran, Ratusan Pelanggan PDAM di Klaten Kesulitan Akses Air Bersih

Syahaamah Fikria • Jumat, 29 April 2022 | 22:59 WIB
Warga di Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom menunjukkan tandon air untuk menampung dropping air bersih dari PDAM Tirta Merapi Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Warga di Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom menunjukkan tandon air untuk menampung dropping air bersih dari PDAM Tirta Merapi Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Hingga jelang Hari Raya Idul Fitri, ratusan pelanggan di Klaten masih kesulitan mengakses air bersih dari PDAM dikarenakan alirannya macet. Khususnya di wilayah Dusun Jurangjero, Desa Jurangjero dan Dusun Muludan, Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom. Totalnya masih ada 500 pelanggan yang terdampak selama satu bulan terakhir ini.


“Sampai sekarang airnya belum juga keluar. Sekali pun airnya keluar pasti di dini hari sekitar pukul 01.00 atau pukul 02.00. Itu pun keluarnya hanya satu jam sampai tiga jam,” jelas Ketua RT 02 RW 01 Dusun Jurangjero, Warto, Jumat (29/4).


Lebih lanjut diungkapkan Warto, kesulitas warga untuk mengakses air bersih ini sudah terjadi sejak awal ramadan. Bahkan tidak mendapatkan air bersih selama 24 jam penuh. Hal itu lantas sempat ditanyakan ke Kantor PDAM Klaten perwakilan Kecamatan Karanganom. Hingga akhirnya disepakati untuk dilakukan dropping air bersih setiap harinya oleh PDAM Klaten.


“Kami datang ke kantor beberapa waktu lalu bukannya demo. Tapi perlu dibahas secara bersama terkait solusi yang dialami warga Jurangjero ini. Makanya itu, ada warga yang menyiapkan tandon air maupun membuat sumur dalam,” ucapnya.


Kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya yang tidak mengakses air bersih sama sekali. Meskipun air sudah bisa keluar dari kran di masing-masing rumah pada waktu dini hari, tetap saja warga mengandalkan dropping air bersih  untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, mencuci baju hingga konsumsi.


Warto mengatakan, setiap kali dropping air bersih dilakukan, pihaknya juga ikut memastikan tidak ada rumah yang terlewat. Sejumlah tandon air berukuran jumbo hingga ember milik warga di pinggir jalan selalu diisi setiap harinya. Hal itu dilakukan sampai air dipastikan kembali mengalir dengan lancar.


“Kalau di Dusun Jurangjero terdapat empat RT yang terdampak. Saya pilih membeli tandon air dengan kapasitas 1.000 liter. Setiap harinya digunakan untuk tiga anggota keluarga yang menghabiskan 500 liter,” ucapnya.


Dia tidak tahu pasti penyebab warga kesulitan mengakses air bersih selama satu bulan terakhir. Meski begitu, Warto berharap agar layanan air bersih yang dikelola PDAM tersebut kembali lancar. Mengingat kebutuhan air bersih akan meningkat saat Lebaran nanti.


Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Tirta Merapi Klaten Sigit Setyawan menjelaskan, gangguan layanan air bersih di wilayah Karanganom dikarenakan adanya kebocoran pipa. Akibat dari aktivitas kerja bakti yang menggunakan alat berat di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo hingga membuat pipa milik PDAM bocor.


“Warga sebenarnya tahu jika mengenai pipa milik PDAM hingga akhirnya bocor. Tapi tidak melaporkan ke kami. Kita justru baru tahu ketika ada laporan dari warga yang tidak mengakses air bersih,” papar Sigit.


Diakui dia, untuk memperbaiki pipa yang bocor membutuhkan waktu tak sebentar. Mengingat harus mengeluarkan angin dari pipa terlebih dahulu. Hal itu yang membuat 2.000 pelanggan sempat terdampak, sebelum akhirnya tinggal menyisakan 500 pelanggan.


“Sekali pun anginnya sudah dikeluarkan, tidak bisa serta merta langsung pulih. Tetap saja membutuhkan waktu. Maka itu, kita lakukan dropping air bersih ke pelanggan terdampak sampai kembali lancar lagi,” pungkasnya. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#krisis air bersih #dropping air bersih #PDAM Tirta Merapi Klaten #pipa PDAM bocor