Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Boyongan ke Jalan Bali, PKL Alun-alun Klaten Berharap Tetap Laku

Damianus Bram • Senin, 20 Juni 2022 | 02:00 WIB
LOKASI BARU: Para PKL kuliner pindahan dari Alun-alun Klaten yang mulai berjualan di Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
LOKASI BARU: Para PKL kuliner pindahan dari Alun-alun Klaten yang mulai berjualan di Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Pedagang kaki lima (PKL) kuliner Alun-alun Klaten mulai boyongan ke Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah pada Sabtu (18/6) sore. Ada sekitar 200 PKL kuliner mengikuti penataan di jalan yang jaraknya sekitar 100 meter dari alun-alun tersebut. Boyongan itu dilakukan karena mereka tidak boleh berjualan lagi di alun-alun yang akan mulai direvitalisasi.

“Semua sudah terkondisikan baik PKL lama maupun baru sudah pada masuk. Sudah mendapatkan lokasi. Meski ada satu dua PKL yang belum mendapatkan tempat,” jelas pengurus Paguyuban PKL Alun-alun Klaten, Robby Wijaya, Sabtu (19/6).

Lebih lanjut, Robby mengungkapkan, mau tidak mau PKL alun-alun mengikuti apa yang menjadi kebijakan Pemkab Klaten untuk pindah di Jalan Bali. Terpenting bagi PKL yakni masih tetap diperbolehkan untuk berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dirinya justru meminta bagaimana pemkab bisa meramaikan jalan tersebut sebagai pusat kuliner.

“Saya harapkan PKL diberikan kelancaran dalam berjualan. Kami belum tahu berjualan di sini laku atau tidak. Kami minta pemkab, bagaimana caranya agar Jalan Bali ini menjadi ramai,” ucap Robby yang sudah puluhan tahun berjualan soto dan ayam bakar di Alun-alun Klaten tersebut.

Robby masih ingat betul jika 20 tahun lalu dirinya menjadi PKL pertama yang berjualan di Alun-alun Klaten. Dari awalnya pusat kota itu sepi lantas menjadi ramai dengan kehadiran aneka kuliner, non kuliner hingga wahana permainan anak-anak. Dirinya pun berharap ramainya alun-alun juga menular ke Jalan Bali nantinya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono yang memantau langsung boyongan mengapresiasi PKL kuliner yang mau relokasi ke Jalan Bali. Meski masih terkesan semrawut secara bertahap akan dilakukan penataan sehingga menjadi lebih rapi.

“Jadi yang terpenting masuk ke lokasi dulu. Nantinya akan ada evaluasi harian. Mungkin kurang keseragaman (tenda) atau fasilitas yang kurang apa akan segera dipenuhi,” ucap Jajang.

Lebih lanjut, Jajang meminta PKL kuliner untuk segera menyesuaikan dengan Jalan Bali sebagai tempat berjualan. Pemkab telah menyiapkan rencana dukungan kegiatan dengan kehadiran pusat kuliner di jalan tersebut. Harapannya semakin dikenal secara luas oleh warga Klaten sehingga menjadi ramai.

“Pastinya akan kita ramaikan dengan acara. Termasuk menyediakan sarana-prasarana secara maksimal untuk mendukung PKL berjualan di Jalan Bali. Seperti listrik dan air,” tambah Jajang.

Jajang menyambut positif membengkaknya jumlah PKL alun-alun yang relokasi ke Jalan Bali. Dari awalnya hanya ada 136 PKL kuliner kemudian bertambah menjadi 200 PKL kuliner. Menurutnya, hal itu menunjukan jika PKL mau dilakukan penataan ke ruas jalan yang telah ditetapkan oleh pemkab tersebut.

“Untuk kegiatan revitalisasi di alun-alun akan dimulai pada 21 Juni mendatang sudah ada kegiatan. Makanya itu kita tarik maju kedepan untuk kegiatan relokasinya. Soalnya alun-alun harus steril dulu dari PKL sebelum tanggal tersebut,” pungkasnya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Revitalisasi Alun-alun Klaten #PKL Alun-alun Klaten #Boyongan PKL Alun-alun Klaten #Relokasi PKL Alun-alun Klaten #Penataan Alun-Alun Klaten