Dalam video tersebut memperlihatkan bentor menyeberangi tiga lintas rel. Saat hendak menyeberang rel terakhir ke arah utara, sang penjaga perlintasan mengejar dan menarik bentor kembali ke belakang (selatan). Usai berhasil menarik bentor, petugas perlintasan itu pun berlari ke posnya.
Dalam hitungan detik, kereta api dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi. Bentor akhirnya dapat terselamatkan. Saat didorong ke arah selatan, salah satu penumpang turun dari bentor. Sedangkan penumpang kedua yang hendak menyusul juga turun, tetapi justru jatuh tersungkur mengenai aspal.
Video yang diunggah di @infocegatanklaten itu sudah ditonton 14 ribu kali. Video tersebut juga di sukai 423 akun dan dikomentari 13 akun. Jawa Pos Radar Solo bertemu dengan sang pengunggah video di @infocegatanklaten yakni Febriyanto Asmoro, 34, warga Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan.
”Kalau kejadiannya Minggu (26/6) kemarin sekitar pukul 13.00. Sebenarnya palang perlintasan sudah ditutup, tapi bentornya sudah terlanjur di dalam. Apalagi pengemudi bentornya sudah lanjut usia,” jelas Febriyanto, kemarin (27/6).
Febriyanto menjelaskan, sang pengemudi bentor tidak menyadari jika yang melintas ada dua kereta api. Awalnya terdapat kereta rel listrik (KRL) yang melaju dari arah Jogja menuju ke Solo. Usai melintas, pengemudi bentor melintasi rel. Padahal palang perlintasan belum terbuka yang mengisyarakatkan masih ada kereta yang hendak melintas.
”Bentor sudah terlanjur di rel terakhir arah utara. Padahal ada kereta api jarak jauh yang mau melintas dari arah Solo menuju Jogja. Untung oleh petugas ditarik ke belakang sehingga pengemudi dan penumpangnya terselamatkan,” ucap Febriyanto.
Febriyanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, penumpang bentor mengalami luka di bagian kepala karena jatuh tersungkur terkena aspal. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram