Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengatasi Hama Tikus Sawah, Pemdes Beji Dirikan Rumah Burung Hantu

Damianus Bram • Jumat, 8 Juli 2022 | 03:36 WIB
KREATIF: Pemuda Desa Beji, Kecamatan Tulung pasang rumah burung hantu di sawah setempat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KREATIF: Pemuda Desa Beji, Kecamatan Tulung pasang rumah burung hantu di sawah setempat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Tulung mendukung pengembangan rumah burung hantu (Rubuha) yang digagas pemuda setempat. Hal itu salah satu upaya pelestarian burung hantu (Tyto alba) yang dimanfaatkan untuk menekan perkembangan hama tikus sawah. Sehingga produksi padi tidak terganggu.

”Pengembangan rubuha ini untuk pembasmian hama tikus. Awalnya iseng-iseng yang merintis para pemuda. Kemudian memihaki lewat anggaran untuk pengembangan rubuha itu,” jelas Kepala Desa (Kades) Beji Dedi Irawati, kemarin.

Dedi menjelaskan, saat ini sudah ada 20 rubuha terpasang di beberapa titik lahan pertanian. Diakuinya, usai dipasang burung hantu, langsung menghampiri rubuha tersebut. Bahkan telurnya lantas diambil lalu ditangkarkan sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke alam.

Berkembangnya burung hantu itu membuat populasi hama tikus di Desa Beji berkurang. Hal itu disambut baik para petani desa setempat karena di samping tidak menganggu produksi padi juga pematang sawah tidak berlubang lagi. Mengingat selama ini hal itu dikeluhkan para petani sebelum adanya rubuha.

”Tapi belum seluruh lahan pertanian terpasang rubuha ini. Luas wilayah desa kami sekitar 120 hektare, dari total luas tersebut sekitar 60 persen merupakan lahan pertanian. Maka itu dari desa berencana melakukan penambahan 20 rubuha lagi,” ucap Dedi.

Di samping itu, Pemdes Beji juga memasang papan yang bertuliskan larangan perburuan terhadap burung hantu di wilayahnya. Bahkan larangan itu diperkuat dengan adanya peraturan desa (perdes). Harapannya burung hantu bisa tetap berkembang karena dinilai cukup efektif dalam menekan populasi hama tikus.

Sementara itu, salah seorang petani asal Desa Beji, Sediana, 54, mengaku semenjak ada rubuha sangat mengurangi hama tikus di desanya. Meski begitu, pihaknya tidak menghitung dampak penurunan populasi tikus dengan produksi padi.

”Sangat berkurang banyak pastinya untuk serangan tikusnya. Saat ini memang masih ada tapi jauh berkurang. Rubuhanya sudah terpasang beberapa tahun belakangan ini,” ucap Sediana. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Burung Hantu #Basmi Tikus Dengan Burung Hantu #Hama Tikus Sawah #Tikus Sawah #Tyto Alba