”Program KBMKB kedepannya akan diprioritaskan bagi 25 desa miskin ekstrem di lima kecamatan. Tapi sebenarnya kalau dicek lokasi dan kenyataannya di lapangan, ya tidak seekstrem judulnya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani dalam pembukaan KBMKB ke-XIII di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (19/7).
Mulyani menjelaskan, Pemkab Klaten serius dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang didasarkan data dari pemerintah pusat. Meliputi Kecamatan Jatinom, Wedi, Trucuk, Wonosari dan Karangnongko. Masing-masing kecamatan terdapat lima desa yang masuk daerah miskin ekstrem.
”Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah ada 19 daerah yang masuk miskin ekstrem. Termasuk Klaten ini, tetapi tidak usah malu atau cemas dengan dinyatakan miskin ekstrem. Tapi sebenarnya taraf hidup masyarakat Klaten telah mapan,” ucapnya.
Mulyani menjelaskan, KBMKB terdiri dari kegiatan fisik dan nonfisik selama satu bulan. Seperti betonisasi jalan hingga pembangunan talut. Begitu juga sosialisasi terkait kesehatan seperti pencegahan stunting di tingkat desa.
Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo menjelaskan, pelaksanaan KBMKB di Desa Mranggen meliputi kegiatan fisik meliputi betonisasi sepanjang 200 meter dan pembangunan talut sepanjang 900 meter. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik yakni penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting.
”Penyuluhan pencegahan stunting juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Bayat beberapa waktu lalu. Melibatkan stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Melaksanakan pembinaan terhadap balita dan memberikan asupan gizi lewat bantuan sembako,” ucapnya.
Camat Jatinom Wahyuni Sri Rahayu menjelaskan, ada lima desa di Jatinom yang masuk daerah miskin ekstrem. Meliputi Desa Bengking, Beteng, Pandeyan, Randulanang dan Tibayan.
”Pada lima desa ini sebetulnya sudah tertangani semuanya. Mulai dari bantuan sosial termasuk rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Kami juga memastikan warga tidak mampu sudah masuk dalam Dalam Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga bisa mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH),” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram