Senam bersama menggandeng organisasi wanita di Kota Bersinar. Diikuti 164 peserta, dengan mengenakan kostum lurik.
“Kenapa berkostum lurik? Karena sejalan dengan program pemerintah terkait peningkatan perekonomian lewat produk unggulan,” kata Ketua DWP Kabupaten Klaten Evi Jajang Prihono.
Evi menambahkan, selain senam juga menggelar pameran produk unggulan. Di-display 37 booth yang disediakan. Terdiri dari pelayanan kesehatan hingga perizinan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terkait nomor induk berusaha (NIB). Termasuk produk lurik, batik, hingga kuliner dari 26 kecamatan.
Pameran ini sejalan dengan inovasi dari DWP, terkait toko daring. Membantu para pelaku UMKM di Kota Bersinar, untuk mempromosikan produknya secara online. Harapannya bisa meningkatkan penjualan, usai terdampak pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun.
“Produk unggulan yang ditampilkan dalam pameran, secara teknis kami serahkan ke masing-masing kecamatan. Ini sekaligus ajang promosi dan meningkatkan perekonomian pasca pandemi,” imbuhnya.
Hadir dalam kegiatan, Bupati Klaten Sri Mulyani. Dia sempat meninjau sejumlah booth. Pada kesempatan ini, Mulyani mengapresiasi gelaran tersebut karena ikut mengangkat produk lokal.
“Senamnya pakai kostum lurik, yang divariasi dengan baju olahraga. Tetap nyaman digunakan. Ini bukti produk unggulan di Klaten begitu dicintai. Terlebih lagi berkolaborasi dengan pelayanan perizinan bagi UMKM. Ini bagus sekali,” pujinya.
Mulyani juga mengapresiasi upaya DWP, yang ikut mempromosikan berbagai produk unggulan. Dia berharap pameran tersebut membuat produk-produk lokal kian dikenal masyarakat secara luas.
“Memeriahkan Hari Jadi Ke-218 Kabupaten Klaten, ada 109 kegiatan. Mulai Juli hingga akhir Agustus nanti. Basik yang digelar pemkab, instansi, maupun swasta. Terkait pentas musik, bintangnya Ndarboy Genk di Stadion Trikoyo, 7 Agustus nanti,” imbuh Mulyani. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram