Acara tersebut digelar juga dalam rangka peringatan Pekan Menyusui Sedunia pada 1-7 Agustus. Pada tahun ini berfokus pada penguatan peran berbagai pihak. Terutama dalam melindungi, mempromosikan dan mendukung ibu dalam menyusui bayinya.
“Persagi ingin mengambil peran lebih terutama dalam mendukung ibu menyusui. Harapannya berhasil dalam memberikan asi eksklusif pada bayinya,” jelas Ketua DPC Persagi Klaten Nurhayati, Minggu (7/8).
Lebih lanjut, Nurhayati menjelaskan seorang ibu perlu dukungan kuat supaya tetap bertahan menyusui. Tanpa ada dukungan dari sekitarnya kadang ibu sudah menyerah di tengah jalan. Maka itu perlunya keterlibatan berbagai pihak agar ibu berhasil dalam menyusui bayinya.
Pada kesempatan itu Persagi memberikan edukasi kepada para ibu sehingga memberikan pengetahuan secara mendalam mengenai menyusui. Harapannya ibu akan lebih termotivasi serta tidak timbul kesulitan dalam menyusui. Termasuk mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi saat menyusui.
“Ibu akan lebih merasa percaya diri dalam menyusui apabila mendapatkan dukungan terutama dari orang terdekatnya. Seperti suami, keluarga, sahabat, tetangga, tempat kerja dan tenaga kesehatan. Harapannya semua pihak bisa melindungi, mendukung dan mengedukasi ibu menyusui sesuai kapasitasnya masing-masing,” ucapnya.
Disamping kegiatan edukasi terhadap ibu menyusui, juga ada senam bersama, pengukuran antropometri status gizi dan lemak tubuh hingga berbagai pemeriksaan. Kemudian ada edukasi diet untuk penyakit tertentu serta pembagian tablet darah
Sementara itu, salah satu pengunjung, Erni, 28, asal Kecamatan Klaten Selatan mengapresiasi kegiatan yang digelar Persagi Klaten tersebut. Dirinya antusias mendaftarkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolestrol.
“Acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum. Apalagi saat CFD bisa sambil cek kesehatan. Bagi ibu-ibu yang menyusui bisa mendapatkan edukasi langsung dari ahli gizi. Terlebih lagi layanan yang diberikan gratis,” pungkasnya. (mg2/ren/dam) Editor : Damianus Bram