TMMD berlangsung sebulan, dengan sasaran fisik betonisasi jalan sepanjang 500 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter (cm). Kemudian pembangunan talut sepanjang 510 meter, tinggi 70 cm, dan tebal 40 cm. Termasuk rehab satu unit tempat ibadah.
Beralih ke KBMKB XIII, meliputi betonisasi jalan sepanjang 250 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 cm. lalu pembangunan talut sepanjang 910 meter, lebar 30 cm, dan tinggi 120 cm. Serta rehab satu unit rumah ibadah.
Seluruh kegiatan melibatkan TNI, Polri, dan teknisi. Dibantu aparatur desa beserta warga setempat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurrahman dalam sambutannya yang dibacakan Kasdim 0723/Klaten Mayor Czi Paulus Caesario Prasetyo menjelaskan, jika TMMD dimulai sejak era 80-an. Melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).
“TMMD yang berlangsung selama 42 tahun, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keterlibatan TNI dalam membangun sarana-prasarana (sarpras) dan infrstruktur wilayah masih sangat dibutuhkan,” ucap Kasdim.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyebut TMMD dan KBMKB sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan masyarakat. Disamping membangun Klaten, juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
“Terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Klaten. Khususnya di Desa Mranggen, Jatinom dan Desa Gedongjetis, Tulung. Penuh semangat membangun dalam program TMMD Sengkuyung Tahap II dan KBMKB XIII,” bebernya. (ren/fer) Editor : Damianus Bram