Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kembalikan Kejayaan Es Dung-dung Desa Krakitan

Damianus Bram • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 15:10 WIB
TURUN TEMURUN: Penjual es puter yang tetap eksis berjualan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, kemarin (26/8). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
TURUN TEMURUN: Penjual es puter yang tetap eksis berjualan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, kemarin (26/8). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Bagi generasi era 1980-an, jajanan ini tergolong istimewa. Ya, es puter atau es dung-dung. Menu tersebut tetap eksis. Salah satunya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Mayoritas warganya menggantungkan hidupnya dari berjualan es puter. Hingga menjajakannya di Jakarta.

“Menjadi potensi desa. Turun temurun dari generasi ke generasi,” ujar Kepala Desa Krakitan, Nurdin, Jumat (26/8).

Warga Krakitan menjual es puter sejak 1980-an. Mampu mengurangi pengangguran di desa setempat. Tapi sayangnya, mulai krisis generasi penerus.

“Pemerintah desa berupaya melestarikan es puter ini. Bisa dikembangkan pengemasan dan sistem penjualannya agar tidak kalah dengan es krim modern. Dikolaborasikan dengan dinas koperasi, ukm dan perdagangan (DKUKMP),” katanya.

Nurdin menginginkan es puter tetap mempertahankan kemasannya secara tradisional. Salah satunya menyajikan dengan roti tawar. Bukan menggunakan gelas berbahan plastik.

Warijo, 62, warga Desa Krakitan yang menjual es puter sejak 1977 di Jakarta memutuskan pulang kampung pada 2019 dan tetap melanjutkan usahanya.

“Es krim biasanya habis dalam satu hingga tiga hari. Harganya Rp 1.000 sampai Rp 5.000. Kalau habis, pendapatan sekitar Rp 400 ribu,” ungkapnya.

Es puter ala Warijo dibuat secara tradisional. Siapa saja yang ingin belajar membuat jajanan ini, pintu rumah lanjut usia tersebut selalu terbuka lebar. “Saya ingin generasi muda meneruskan usaha ini,” harapnya.

Sebab itu, ketika Pemerintah Desa Krakitan ingin mengembangkan es dung-dung, Warijo sangat mendukungnya. (ren/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Krakitan #es puter #es dung-dung