Klaten Berdzikir dan Bersholawat digelar dalam rangka acara puncak dari Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten. Sekaligus untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Jajaran Forkopimda serta tamu undangan.
Ratusan bendera dikibarkan para jamaah yang hadir menambah semarak Klaten Berdzikir dan Bersholawat pada acara tersebut. Habib Syech Abdul Qodir Assegaf pun menggajak seluruh umat yang hadir untuk mendoakan Kabupaten Klaten.
“Senantiasa aman dan semakin maju dalam segala bidang. Selamat Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten,” ucap Habib Syech.
Lebih lanjut, Habib Syech mengajak Jemaah yang hadir untuk selalu bersemangat dalam melakukan ibadah dan bekerja. Begitu juga bersama-sama menciptakan kondusifitas di Kota Bersinar. Dirinya pun menegaskan dengan bersholawat maka akan membuat ketenangan dan ketentraman jiwa serta rejeki.
“Saya mengajak umat Islam di Klaten untuk selalu memperbanyak dzikir dan bersholawat. Harapannya masyarakat Klaten selalu dalam lindungan Allah SWT. Selalu dalam keadaan aman, tentram dan damai,” ucapnya.
Pada kesempatan itu pula Habib Syech mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, Satpol PP, Banser dan Syekhermania yang telah memberikan dukungan pada acara Klaten Berdzikir dan Bersholawat yang diprakarsai oleh Bupati Klaten Sri Mulyani. Dirinya pun berharap dengan Klaten Berdzikir dan Bersholawat, Allah SWT senantiasa memberikan kedamaian dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat Klaten.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan jika Klaten dan Indonesia butuh doa dan gotong-royong. Termasuk untuk segera pulih dari pandemi Covid-19 sehingga diberikan kesempatan untuk kembali menggelar Klaten Bersholawat bersama.
“Ada harapan besar yang disematkan dalam setiap acara yang diselenggarakan pada rangka Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten dan HUT ke-77 RI. Yaitu nyawiji hanggayuh mukti, pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ucap Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan Klaten Berdzikir dan Bersholawat itu menjadi penutupan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten dan HUT ke-77 RI. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi umat dalam rangka menjaga ukhuwah, kedamaian dan ketentraman.
Berbagai acara dalam rangka Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten sebenarnya juga telah digelar sebelumnya. Mulai dari upacara hari jadi yang digelar pada 28 Juli hingga konser musik dengan bintang tamu Ndarboy Genk di Stadion Trikoyo pada awal Agustus lalu. Berlanjut wayang kulit dengan dalang Ki MP Bayu Aji hingga Kirab Budaya Seni Reog di sepanjang Jalan Pemuda yang sukses menyedot animo masyarakat.(ren/dam) Editor : Damianus Bram