”Untuk harga komoditas telur ayam memang mengalami kenaikan. Dari idealnya Rp 25.000 per kg (kilogram) sekarang menjadi Rp 29.000 per kg. Memang permintaan sedang banyak,” ucap Kepala DKUKMP Klaten Anang Widjatmoko, Selasa (6/9).
Anang menjelaskan, kenaikan harga telur ayam di Kota Bersinar mulai dirasakan sejak 29 Agustus lalu. Bahkan pernah tembus pada harga Rp 30.000 per kg di tingkat pengecer. Dia berharap harga telur ayam tetap stabil sehingga bisa tetap dijangkau oleh pembeli.
”Ada sejumlah faktor yang membuat harga telur ayam terus mengalami kenaikan. Salah satunya permintaan yang tinggi datang untuk keperluan penyaluran bantuan sosial. Begitu juga menggeliatnya kembali acara hajatan pasca melandainya kasus Covid-19 di Klaten,” jelasnya.
Dari pemantauan, lanjut dia, harga dan stok kebutuhan pokok di lapangan akan menjadi dasar pemkab untuk menentukan kebijakan. Termasuk terus melakukan pembinaan terhadap distributor agar sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
”Kalau dengan itu sudah bisa dilakukan ya sudah. Tapi ada cara terakhir untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, yakni dengan operasi pasar,” ucapnya.
Di samping itu, pihaknya juga menunggu dari arahan dari pemerintah pusat terkait program yang akan dilaksanakan. Terutama untuk menjaga dan mengendalikan harga kebutuhan pokok paska penyesuaian harga BBM. (ren/adi) Editor : Damianus Bram