Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penataan Alun-alun Klaten Ditarget Selesai Akhir Tahun

Damianus Bram • Senin, 12 September 2022 | 02:00 WIB
IKON PUSAT KOTA: Bupati Klaten Sri Mulyani bersama jajarannya saat meninjau proyek penataan Alun-alun Klaten, belum lama ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
IKON PUSAT KOTA: Bupati Klaten Sri Mulyani bersama jajarannya saat meninjau proyek penataan Alun-alun Klaten, belum lama ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Penataan Alun-alun Klaten yang berada di pusat kota terus dikebut. Proyek penataan tersebut ditargetkan selesai pada 6 Desember mendatang. Harapannya proses perayaan malam tahun baru bisa dipusatkan di kawasan tersebut.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo di Alun-alun Klaten masih dalam tahap pengerjaan oleh kontraktor pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 7,8 miliar. Bagian tengah Alun-alun yang sebelumnya ditumbuhi rumput hijau kini tampak sudah pengurukan. Begitu juga paving block juga dibongkar dan diganti dengan model terbaru.

Tampak juga sejumlah tanaman juga ditanam di beberapa sisi dari Alun-alun Klaten. Tetapi pohon beringin yang ada di setiap pojok tetap dipertahankan. Menghiasi sekaligus menjadikan tetap rindang di kawasan tersebut.

“Tidak ada perubahan. Semua tetap seperti detailed engineering design (DED) awal. Hanya saja ada beberapa catatan,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani usai melakukan peninjauan terhadap proyek penataan Alun-alun Klaten, Jumat (9/9)

Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan salah satu catatannya yakni meminta untuk mengganti vegatasi tanaman yang hendak ditanam di kawasan Alun-alun. Ia menginginkan, tanaman yang berbunga yang harapannya kedepannya bisa memperindah dan mempercantik dari jantung Kota Klaten tersebut.

“Proyek penataan Alun-alun ini mengalami deviasi plus. Saya lihat juga pengerjaannya rapi. Saya harap dengan waktu dan cuaca yang mendukung bisa dimanfaatkan (pengerja proyek) dengan baik,” ucap Mulyani.

Ia mengingatkan, kepada kontraktor sebagai pengerja proyek penataan Alun-alun untuk bisa menyelesaikan sesuai kontrak. Tentunya dengan menggunakan material yang berkualitas.

Sederet ikon dan fasilitas umum bakal dibangun di pusat kota tersebut. Salah satunya gapura gunungan dari tembaga. Ada pun ketinggian dari gunungan tersebut mencapai 6 meter. Gapura gunungan ini nantinya akan dibuat oleh perajin tembaga dari Tumang, Boyolali.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka mengatakan keberadaan gapura gunungan tersebut akan semakin mempertegas jika Klaten sebagai gudangnya dalang wayang. Sekaligus nantinya akan menjadi ikon dari Alun-alun Klaten.

“Ini juga yang menjadi hal pembeda dengan Alun-alun yang ada di kabupaten maupun kota lainnya. Begitu juga tambahan air mancur, lapangan basket 3 on 3. Ditambah jogging track yang masih menjadi satu kesatuan akan mengelilingi Alun-alun,” ucapnya.

Disamping itu, ketinggian alun-alun akan dinaikan menjadi 45 cm dari sebelumnya 30 cm. Hal itu dilakukan jika dilihat dari aspek gesture akan menjadikan alun-alun lebih gagah. Meski begitu, dipastikan tidak ada perluasan dari alun-alun dan masih tetap seluas 1,3 hektar.

“Penataan Alun-alun Klaten dilakukan karena sudah 25 tahun lamanya tidak pernah direnovasi. Maka itu perlu dilakukan penataan dengan menyesuaikan perkembangan pembangunan saat ini.,” pungkasnya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Penataan Alun-Alun Klaten #bupati klaten sri mulyani #alun-alun klaten #Disperakim Klaten