Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengawali sebar apem yang berasal dari sedekah warga. Kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga menyebar dari atas panggung. Bupati Klaten Sri Mulyani juga ikut serta dalam tradisi tersebut.
Sebaran apem itu kemudian dilanjutkan oleh panitia dari atas Menara di lapangan desa setempat. Ribuan warga pun berebut untuk mendapatkan apem yang disebar itu. Mereka memiliki keyakinan akan mendapatkan berkah dari apem yang sebelumnya juga dikirab tersebut.
Airlangga sempat memantau warga yang menjual apem selama rangkaian tradisi Yaa Qowiyyu. Dia memandang sebaran apem mampu menggeliatkan perekonomian di Klaten dan sekitarnya. Terbukti dengan pengunjung yang hadir hingga penjualan apem yang menjadi kuliner khas Jatinom tersebut.
“Perekonomian masyarakat selama haul ini kan bergerak. Terlebih lagi kemarin (dalam acara haul Kyai Ageng Gribig) yang hadir juga mencapai 30 ribu orang. Begitu juga dengan warung-warung yang menghabiskan rata-rata 30 kg sampai 50 kg tepung (untuk membuat apem),” ucap Airlangga, Jumat (16/9).
Airlangga mengungkapkan, sebaran apem dalam tradisi Yaa Qowiyyu selama dua tahun ditiadakan karena pandemi. Kini setelah pandemi Covid-19 tertangani dengan baik sehingga bisa kembali diadakan.
Airlangga pun mengajak masyarakat belajar dan mengajak meneladani sosok Kyai Ageng Gribig yang berdakwah secara damai. Termasuk tradisi sebaran apem yang menjadi inovasi dijamannya yang hingga saat ini tetap dilestarikan.
“Hari ini ekonomi masyarakat bergerak. Kita ingat doa dari Kyai Ageng Gribig. Berilah kekuatan kepada kami kaum muslimin,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyapa ribuan warga yang hadir di Lapangan Klampeyan. Dia pun mengucap syukur karena sebaran apem kembali diadakan usai beberapa tahun ditiadakan akibat pandemi.
“Sudah dua tahun kami tidak bertemu. Kangen suasana seperti ini. Alhamdulillah dikasi waras,” ucap Ganjar.
Dalam sambutannya Ganjar juga menanyakan warga yang hadir dalam tradisi itu apakah sudah melaksanakan vaksin sebanyak tiga kali. Dia pun terus mendorong agar masyarakat melaksanakan vaksinasi.
“Tradisi Yaa Qowiyyu ini adalah doa agar diberi kekuatan dan bisa bangkit. Maka itu saya doakan tetap kuat,” ucapnya singkat.
Salah satu pengunjung asal Gantiwarno, Klaten, Tri Wibowo, 42, mengaku baru kali pertama datang dalam sebaran apem Tradisi Yaa Qowiyyu tersebut. Dia datang bersama istri dan kedua anaknya untuk berebut apem.
“Dapat lima apem. Rencananya mau dimakan dengan keluarga. Sedangkan yang lainnya belum tahu mau buat apa,” ucapnya.
Dia memiliki keyakinan jika apem bisa membawa berkah bagi keluarganya. Termasuk usahanya yang sehari-harinya berjualan stik dengan keliling ke sejumlah sekolah. (ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram