“Kami sangat berterima kasih dengan adanya DBHCHT. Apalagi dalam pemanfaatannya sebagai besar untuk kesejahteraan di sektor pertanian tembakau. Baik bagi petani maupun buruh tani tembakau,” terang Humas APTI Kabupaten Klaten Juwandi, Sabtu (17/9).
Dalam meningkatkan kualitas bahan baku tembakau telah dijabarkan dalam pemanfaatan DBHCHT sesuai peraturan menteri keuangan (Permenkeu). Pada tahun ini dalam perencanaan, terdapat pelatihan peningkatan kualitas tembakau dengan melibatkan para petani tembakau. Kemudian terdapat bantuan kendaraan roda tiga sebanyak 30 unit.
Ada pula bantuan kultivator sebanyak 32 unit. Termasuk bantuan sarana produksi tembakau berupa 6 ton NPK rendah chlor dan 3 ton KNO3.
Berbagai bantuan itu dibarengi program pembinaan industri dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) berupa pelatihan pelintingan, push cutter dan packing untuk sigaret kretek tangan (SKT).
“Sebenarnya bisa juga pemerintah mengajak petani tembakau melalui studi ke negara penghasil tembakau. Ini juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas bahan baku,” ucap Juwandi yang juga menjadi bendahara APTI Jawa Tengah.
Sebagai petani tembakau, Juwandi pernah melakukan studi ke negara penghasil tembakau di daerah Yunnan, Tiongkok pada 2009. Dia melihat, para petani menanam tembakau di lahan yang sempit tetapi mampu panen hingga overload.
Menurutnya, kerja keras yang diperlihatkan para petani tembakau di negeri tersebut patut dicontoh dalam rangka meningkatkan kualitas tembakau di daerahnya masing-masing.
Sementara itu, untuk luas tanam tembakau di Klaten terus mengalami penurunan. Kondisi musim kemarau yang masih sering diguyur hujan menjadi salah satu faktornya. APTI Klaten memperkirakan, luas tanam tembakau tahun ini hanya sekitar 3.000 hektare.
“Jika sebelum 2010 untuk potensi luas tanam tembakau di Klaten per tahun bisa mencapai 6.000-12 ribu hektare. Tetapi belakang ini luas tanam tembakau terus mengalami penurunan. Faktor cuaca memengaruhi minat petani untuk menanam tembakau,” jelasnya.
Juwandi mengapresiasi adanya bantuan langsung tunai (BLT) DBHCHT bagi buruh tani tembakau maupun buruh pabrik rokok. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 600 ribu. Harapannya, melalui pemberian BLT tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan para buruh.
Tentrem, 46, salah seorang buruh tani tembakau ditemui Jawa Pos Radar Solo di Desa/Kecamatan Kalikotes menanti-nanti penyaluran BLT DBHCHT tahun ini. Pada tahun sebelumnya, dia pernah mendapatkan bantuan serupa.
“Senang sekali kalau mendapatkan BLT dari DBHCHT lagi. Ini sedang menunggu undangannya (penyaluran DBHCHT). Soalnya membantu keluarga saya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (ren/wa)
DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU (DBHCHT) KABUPATEN KLATEN 2022
Total Anggaran Kabupaten Klaten
- Rp 16.914.858.000
Alokasi Berdasarkan PMK 215/PMK.07/2021
A. Bidang Kesejahteraan Masyarakat (50 persen)
Rp 8.457.429.000.
1) Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku
- Pelatihan peningkatan kualitas tembakau (275 orang) Rp 440.887.500
- Bantuan kendaraan roda 3 sebanyak 30 Unit Rp 1.012.904.442
- Bantuan cultivator 32 Unit Rp 831.208.058
- Pemberian bantuan saprodi tembakau berupa 6 ton NPK rendah Chlor dan 3 ton KNO3 Rp 215.000.000
2) Program Pembinaan Industri
- Peningkatan SDM IKM hasil tembakau berupa pelatihan pelintingan, push cutter, packing utk SKT (105 orang) Rp 82.971.600
3) Program Pembinaan Lingkungan Sosial
- Pemberian BLT kepada 4.150 orang Rp 5.074.457.400
- Pelatihan keterampilan kerja untuk 90 orang Rp 800.000.000
- Pelatihan Menjahit Garment
- Pelatihan otomotif Roda 2
- Pelatihan teknisi AC
SUMBER: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISKOMINFO) KLATEN Editor : Damianus Bram