Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

APTI Klaten Dorong Peningkatan Kualitas Tembakau lewat DBHCHT

Damianus Bram • Senin, 19 September 2022 | 14:30 WIB
PEMETIKAN: Buruh tani tembakau beraktivitas di lahan Desa/Kecamatan Kalikotes. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PEMETIKAN: Buruh tani tembakau beraktivitas di lahan Desa/Kecamatan Kalikotes. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Klaten mengapresiasi adanya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terlebih pada tahun ini, Kota Bersinar menerima Rp 16,91 miliar. Salah satu pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas bahan baku.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya DBHCHT. Apalagi dalam pemanfaatannya sebagai besar untuk kesejahteraan di sektor pertanian tembakau. Baik bagi petani maupun buruh tani tembakau,” terang Humas APTI Kabupaten Klaten Juwandi, Sabtu (17/9).

Dalam meningkatkan kualitas bahan baku tembakau telah dijabarkan dalam pemanfaatan DBHCHT sesuai peraturan menteri keuangan (Permenkeu). Pada tahun ini dalam perencanaan, terdapat pelatihan peningkatan kualitas tembakau dengan melibatkan para petani tembakau. Kemudian terdapat bantuan kendaraan roda tiga sebanyak 30 unit.

Ada pula bantuan kultivator sebanyak 32 unit. Termasuk bantuan sarana produksi tembakau berupa 6 ton NPK rendah chlor dan 3 ton KNO3.

Berbagai bantuan itu dibarengi program pembinaan industri dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) berupa pelatihan pelintingan, push cutter dan packing untuk sigaret kretek tangan (SKT).

“Sebenarnya bisa juga pemerintah mengajak petani tembakau melalui studi ke negara penghasil tembakau. Ini juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas bahan baku,” ucap Juwandi yang juga menjadi bendahara APTI Jawa Tengah.

Sebagai petani tembakau, Juwandi pernah melakukan studi ke negara penghasil tembakau di daerah Yunnan, Tiongkok pada 2009. Dia melihat, para petani menanam tembakau di lahan yang sempit tetapi mampu panen hingga overload.

Menurutnya, kerja keras yang diperlihatkan para petani tembakau di negeri tersebut patut dicontoh dalam rangka meningkatkan kualitas tembakau di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, untuk luas tanam tembakau di Klaten terus mengalami penurunan. Kondisi musim kemarau yang masih sering diguyur hujan menjadi salah satu faktornya. APTI Klaten memperkirakan, luas tanam tembakau tahun ini hanya sekitar 3.000 hektare.

“Jika sebelum 2010 untuk potensi luas tanam tembakau di Klaten per tahun bisa mencapai 6.000-12 ribu hektare. Tetapi belakang ini luas tanam tembakau terus mengalami penurunan. Faktor cuaca memengaruhi minat petani untuk menanam tembakau,” jelasnya.

Juwandi mengapresiasi adanya bantuan langsung tunai (BLT) DBHCHT bagi buruh tani tembakau maupun buruh pabrik rokok. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 600 ribu. Harapannya, melalui pemberian BLT tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan para buruh.

Tentrem, 46, salah seorang buruh tani tembakau ditemui Jawa Pos Radar Solo di Desa/Kecamatan Kalikotes menanti-nanti penyaluran BLT DBHCHT tahun ini. Pada tahun sebelumnya, dia pernah mendapatkan bantuan serupa.

“Senang sekali kalau mendapatkan BLT dari DBHCHT lagi. Ini sedang menunggu undangannya (penyaluran DBHCHT). Soalnya membantu keluarga saya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (ren/wa)

DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU (DBHCHT) KABUPATEN KLATEN 2022

Total Anggaran Kabupaten Klaten

Alokasi Berdasarkan PMK 215/PMK.07/2021

A. Bidang Kesejahteraan Masyarakat (50 persen)
Rp 8.457.429.000.

1) Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku

2) Program Pembinaan Industri

3) Program Pembinaan Lingkungan Sosial

SUMBER: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISKOMINFO) KLATEN Editor : Damianus Bram
#APTI Klaten #Petani Tembakau Klaten #Tingkatkan Kualitas Tembakau #Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau #DBHCHT Pemkab Klaten