Peristiwa diketahui pertama kali oleh petugas kebersihan Sihono, 50, Sabtu (17/9). Saat hendak membersihkan kantor desa setempat. Ketika memasuki kantor, dia mendapati kertas-kertas berserakan. Kemudian seluruh pintu lemari arsip dalam kondisi terbuka.
Saat dicek di ruang tengah, sejumlah barang elektronik raib. Yakni dua unit printer, satu unit proyektor, satu unit mikrofon, dan dua unit HT. Kejadian ini segera dilaporkan ke kepala desa (kades) dan perangkat desa lainnya.
“Saya baru tahu saat dihubungi pak kades. Tapi posisi saya sedang perjalanan ke Kota Solo. Jadi tidak ada di kantor desa,” ucap Sekretaris Desa Dlimas Irene Galuh, Rabu (21/9).
Irene menambahkan, diduga pencuri masuk dengan merusak teralis jendela bagian belakang kantor. “Sayangnya di kantor desa belum ada CCTV. Pihak kepolisian sudah datang ke kantor desa. Estimasi kerugian sekitar Rp 15 juta,” imbuhnya.
Saat dikonirmasi, Kapolsek Ceper AKP Aris Joko Narimo membenarkan kejadian tersebut. Jajarannya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami imbau di kantor desa, minimal ada penjaga yang menginap. Kemudian mengecek semua pintu. Barang-barang yang berharga, sebaiknya dibawa pulang,” pesannya. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram