Salah satu petugas parkir, Kokok Marsono, 40, mengaku gorong-gorong sudah ambrol sejak sebulan yang lalu. Bahkan sudah menimbulkan kecelakaan gara-gara pengguna jalan yang menghindari gorong-gorong tersebut. Dirinya pun berharap gorong-gorong yang ada di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Wedi dan Bayat itu segera diperbaiki.
“Kondisi ini terjadi semenjak banyaknya truk muatan tanah urug yang lalu lalang. Bahkan jumlahnya yang melintas bisa sampai ratusan truk. Dikarenakan di bawahnya ada saluran air sehingga tidak kuat menahan beban,” ucap Kokok kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (23/9).
Lebih lanjut, Kokok menjelaskan, tak jauh dari lokasi pertama terdapat gorong-gorong yang juga ambrol. Kondisinya juga sama dan telah diberi penanda berupa papan peringatan.
“Sebenarnya juga pernah di aspal satu tahun yang lalu. Tetapi karena sering dilintasi truk bermuatan tanah urug jadi ambrol lagi,” ucapnya.
Selain truk bermuatan tanah urug, bus pariwisata juga sering melewati jalur tersebut. Cukup wajar mengingat ruas tersebut menjadi jalur utama ke wisata religi Makam Sunan Pandanaran. Termasuk destinasi lainnya yang ada di Kecamatan Bayat.
Camat Wedi Rizqan Iryawan mengakui, pihaknya sudah melaporkan gorong-gorong yang ambrol tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Klaten.
“Kami sudah melaporkan sejak tiga minggu yang lalu. Katanya nanti akan segera diperbaiki,” ucap Rizqan. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram