Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Diskominfo Klaten Gelar Workshop Jurnalistik

Damianus Bram • Senin, 10 Oktober 2022 | 02:00 WIB
Tenaga profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Dwi Hemuningsih saat memberikan materi kepada peserta workshop jurnalistik di salah satu resto di Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Tenaga profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Dwi Hemuningsih saat memberikan materi kepada peserta workshop jurnalistik di salah satu resto di Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten menggelar workshop jurnalistik pada Jumat (7/10) malam di salah satu resto di Klaten. Ada pun tema yang diangkat yakni jurnalisme lokal di era disrupsi global untuk keutuhan NKRI. Para pesertanya adalah wartawan dan pegawai di lingkungan Diskominfo Klaten.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber yakni Dwi Hemuningsih selaku tenaga profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Ditambah Subkoordinator Layanan Informasi dan Statistik Diskominfo Klaten, Joko Priyono.

“Bagi wartawan maupun jurnalis, memahami ilmu dan teknik jurnalistik tentu merupakan hal yang mutlak. Tapi masyarakat sangat penting untuk mengenal dan memahami jurnalistik agar tidak menjadi objek pasif media massa,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Statistik Diskominfo Klaten, Totok Gantoro.

Lebih lanjut, Totok memandang untuk merealisasikan hal tersebut maka perlu menyelenggarakan workshop jurnalistik. Diharapkan melalui pelatihan itu bisa mencari, mengolah, menulis dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa secara akuntabel.

Totak juga mengharapkan melalui workshop itu, para peserta mampu dan memahami kode etik jurnalistik. Termasuk menerapkan bahas Indonesia, menggali ide berita dan teknik repotase wawancara. Ditambah teknik penulisan berita, mengedit naskah, foto jurnalistik serta bisa melakukan jurnalistik online.

“Diharapkan juga mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Terutama dalam komunikasi publik di lingkungan Pemkab Klaten,” ucapnya.

Sementara itu, tenaga profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Dwi Hemuningsih menjelaskan jika dunia pers saat ini dihadapkan pada hal yang tidak ringan. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari perubahan yang begitu cepat di sejumlah bidang maupun sektor.

“Maka itu orang pers harus jeli dan pandai. Termasuk mengerahkan indra kita, begitu juga Nurani kita untuk bisa membaca dengan baik. Begitu juga menyampaikan dengan narasi-narasi yang mampu menginspirasi,” ucap Dwi.

Lebih lanjut, tantangan berikutnya yang dihadapi insan pers adalah berita hoax. Termasuk bagaimana untuk menyikapinya. Dirinya pun mendorong pers untuk clear dalam menyampaikan narasi sehingga bisa mengedukasi masyarakat.

“Pers itu memiliki tugas yang mulia yakni mengedukasi masyarakat. Selain itu, etika yang harus dijaga. Pers juga punya tugas yang lain, yakni untuk menjaga ideologi negara kita. Maka itu jangan sampai salah narasi,” ucap Dwi.

Ia meminta pers untuk memberitakan fakta di lapangan dengan jujur dan berkualitas. Tetapi tidak hanya sekadar memberikan pencerahan kepada masyarakat. Tetapi juga mampu memberikan manfaat di tengah tsunami berita hoax.

Subkoordinator Layanan Informasi dan Statistik Diskominfo Klaten, Joko Priyono menambahkan jika pers harus teguh memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Begitu juga memperkuat keutuhan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dapat membersamai nilai kemanusiaan. Ditambah membangun peradaban manusia. Begitu juga memberdayakan dan bersinergi menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Lemhanas RI #diskominfo klaten #Workshop Jurnalistik