”Pada 2024 akan kami alokasikan anggaran untuk pembenahan Stadion Trikoyo. Baik dari kualitas dan kapasitasnya,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono, Senin (10/10).
Jajang menginginkan Stadion Trikoyo memiliki standar seperti yang terbangun di eks Karesidenan Surakarta. Setidaknya seperti Stadion Kebogiro di Kabupaten Boyolali yang selama ini dikenal dengan kualitas rumputnya. Termasuk berbagai fasilitas penunjang lainnya yang memadai.
Jajang menegaskan, pembenahan Stadion Trikoyo Klaten tidak terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Oktober lalu. Melainkan ingin menghadirkan fasilitas olah raga sepak bola yang memadai. Maka sebelum dilakukan pembenahan, akan diterjunkan tim teknis untuk melakukan kajian.
”Jadi nanti akan diketahui apa yang perlu dibenahi. Tapi yang pasti kapasitas dan kualitas stadion. Saat ini kapasitasnya 5.000 penonton. Termasuk pintu stadion yang saat ini hanya tiga pintu sehingga perlu ditambah,” imbuh Ketua Askab PSSI Klaten ini.
Jajang mengungkapkan, rencana tersebut diawali dengan pembuatan detail engineering design (DED) di APBD Perubahan 2023 mendatang. Diakuinya, untuk melakukan pembenahan terhadap home base PSIK Klaten ini membutuhkan biaya besar.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi pembelajaran bagi Klaten. Terlebih lagi dengan kondisi Stadion Trikoyo yang dinilainya perlu dilakukan pembenahan.
”Saya sudah menyampaikan langsung kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) pada 2024 dianggarkan untuk Stadion Trikoyo. Setidaknya mempunyai stadion yang layak. Apalagi perlu ditambah pintunya, ini menjadi perhatian bersama,” ucapnya. (ren/adid/dam) Editor : Damianus Bram