Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Warga Desa Bengking Tekuni Budidaya Lebah Klanceng

Damianus Bram • Jumat, 14 Oktober 2022 | 16:00 WIB
Salah satu warga Desa Bengking, Kecamatan Jatinom sedang memanen madu dari hasil budidaya lebah klanceng, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Salah satu warga Desa Bengking, Kecamatan Jatinom sedang memanen madu dari hasil budidaya lebah klanceng, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Warga Desa Bengking, Kecamatan Jatinom memanfaatkan lahan perkarangan rumahnya untuk budidaya lebah klanceng. Dan mampu memanen madunya untuk diperjualbelikan. Salah satu warga yang menjadi peternak lebah klanceng adalah Wiji Supriyono, 35.

Tampak ratusan kotak yang berisi koloni lebah klanceng disusun berjajar di perkarangan samping kediaman Supri. Setiap dua bulan hingga tiga bulan, madu sudah bisa dipanen. Untuk keterampilan dalam budidaya lebah klanceng itu, Supri mengaku diraihnya secara otodidak.

"Waktu itu kan Covid-19 melanda pada awal 2020. Akibat jenuh saya isi hari-hari dengan budidaya lebah klanceng," ucap Supri kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (13/10).

Lebih lanjut, Supri menjelaskan jika lebah klanceng mudah ditemui di hutan. Meski begitu, lebah ini bukan tipe serangga yang agresif atau penggigit. Maka itu cocok untuk dibudidayakan di kawasan padat penduduk.

Budidaya lebah klanceng bisa dalam kotak dengan ukuran 30 cm x 10 cm. Kotak itu lalu ditata disejumlah titik di perkarangan rumahnya. Setidaknya ada sekitar 120 kotak yang digunakan untuk budidaya sehingga madu yang dihasilkan bisa dipanen secara bergantian.

"Satu kotak lebah klanceng bisa menghasilkan 100 militer madu. Ada pun kemasan yang digunakan berupa botol 100 militer juga. Untuk harganya saya jual mulai Rp 85 ribu-Rp 100 ribu per botol," ucap Supri.

Ada pun cita rasa madu dari lebah klanceng begitu manis. Hanya saja tidak kental seperti madu lainnya. Meski begitu, cukup diminati pasaran.

"Untuk yang membeli tidak hanya dari Klaten saja. Tetapi pernah kami kirim ke Kalimantan sampai Sulawesi. Per bulan setidaknya rata-rata bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1,5 juta," ucapnya.

Pendapatan yang menggiurkan dari budidaya klanceng membuat beberapa warga lainnya di Desa Bengking juga ikut membudidayakan. Hanya saja untuk memasarkanya telah mempercayakan kepada Supri yang memiliki jaringan luas melalui penjualan secara online.

Salah satu pembeli, Dewi Aprillia Handayani, 44, mengatakan jika dirinya sudah setahun belakangan ini mengkonsumsi madu lebah klanceng dari Desa Bengking tersebut. Menurutnya, bisa menambah stamina sehingga mendukung aktivitas sehari-harinya.

"Meski saya sebenarnya orang kesehatan tapi ya juga rutin mengkonsumsi madu klanceng. Madunya manis dan ini baik untuk stamina. Ditambah harga yang murah," ucap Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan jika hasil madu dari lebah klanceng juga terdapat rasa asam. Hal itu yang membedakan dengan madu lainnya yang didominasi rasa manis. Menurutnya baik untuk menjaga imun tubuh jika dikonsumsi setiap harinya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#lebah klanceng #budidaya lebah klanceng #peternak lebah klanceng #desa bengking