Camat Wedi Rizqan Iryawan menjelaskan, bike to school merupakan program edukasi dalam upaya memasyarakatkan bersepeda di kalangan pelajar. Terutama di tingkat menengah maupun atas. Sehingga memberikan pemahaman untuk ke sekolah bisa dengan bersepeda atau berjalan kaki.
”Termasuk memastikan akan budaya tertib berlalu lintas, cinta lingkungan dan budaya sehat bisa disosialisasikan sejak dini. Sepeda sebagai genre culture yang paling cocok dalam memberikan spirit dan atensi di kalangan pelajar,” ucap Rizqan yang juga Ketua Harian Bike to Work (B2W) Indonesia Korwil Klaten ini.
Rizqan menjelaskan, SMP N 2 Wedi menjadi salah satu sekolah terpilih dari 12 kota di Indonesia tahun ini dalam program bike to school. Di samping Klaten, terdapat DKI Jakarta, Bekasi, Purwokerto, Bandung, Jogja hingga Jombang yang digelar program serupa.
Rizqan berharap melalui sosialisasi bike to school menjadikan terciptanya kualitas hidup bagi mental, fisik, dan spiritual. Terutama di kalangan pelajar menjadi lebih baik lagi. Di samping meningkatkan kepedulian perlajar terhadap budaya bersepeda dalam kehidupan sehari-hari.
”Begitu juga dalam tertib berlalu lintas dan peduli lingkungan hidup dalam melakukan kativitas dan rutinitas sehari-hari. Khusus untuk sosialisasi tertib berlalu lintas dengan menggandeng Satlantas Polres Klaten,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Yunanta menyampaikan apresiasi terhadap program bike to school yang diinisiai komunitas B2W tersebut. Menurutnya, esensi dapat diambil dari program tersebut yakni peduli terhadap lingkungan, utamanya dalam mengurangi polusi udara.
”Diharapkan dengan memasyarakatkan bersepeda dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Maka itu kami mendorong sekolah untuk menegaskan aturan tidak diperbolehkan siswa mengendarai sepeda motor saat pergi ke sekolah,” ucapnya.
Yunanta menegaskan, siswa SMP secara aturan belum cukup usia untuk berkendara menggunakan sepeda motor. Mengingat belum cukup usia untuk berkendara serta demi keamanan dan keselamatan siswa sendiri.
”Kegiatan ini untuk mendukung program sekolah, terutama untuk implementasi kurikulum merdeka belajar. Maka itu, kami sambut dengan positif dan penghargaan setinggi-tingginya serta apresiasi atas program ini,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram