Perwira Pelaksana KBMKB Kapten Cba. Budiyono mengatakan, terpilihnya kedua desa itu untuk kegiatan KBMKB karena terbatasnya akses antar desa. Kondisi itu menghambat akses pertanian serta perekonomian.
“Untuk sasaran di Desa Pogung berupa betonisasi pada jalan sepanjang 872 meter dengan lebar 4 meter serta tebal 12 cm. Sedangkan untuk sasaran fisik di Desa Wonosari berupa betonisasi sepanjang 420 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 12 cm,” ucap Budiyono, Senin (24/10).
Budiyono menjelaskan, selain sasaran fisik dalam KBMKB kali ini juga terdapat kegiatan nonfisik. Meliputi penyuluhan terkait wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, posyandu, pencegahan stunting, posbindu, dan pelayanan KB kesehatan.
“Pelaksanakan KBMKB sendiri selama sebulan penuh mulai 24 Oktober hingga 22 November. Adapun jumlah personel yang terlibat total 110 orang. Terdiri dari 30 prajurit TNI, tiga anggota Polri dan dua orang teknisi. Ditambah lima aparatur desa dan 50 orang warga desa setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, KBMKB merupakan program dari Pemkab Klaten untuk mendukung pembangunan daerah. Terlebih lagi menjadi tanggung jawab seluruh pihak termasuk jajaran TNI. Dapat dilihat dari pelaksanaan KBMKB kali ini yang berlangsung di dua desa.
“Tentunya ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat dan juga lingkungan. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang lebih pada jajaran aparat birokrasi. Yakni bersama TNI, Polri dan masyarakat,” ucapnya.
Menurut bupati, kerja sama antara TNI dan masyarakat seperti di program ini merupakan sikap yang harus terus dipertahankan.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepedulian TNI dan Polri, yang turut membangun Kabupaten Klaten. Ini juga membuktikan bentuk sinergitas dan kerja sama yang baik antara TNI dengan pemerintah daerah,” tambahnya. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram