Direktur Teknik PT JMM Pristi Wahyono mengatakan, untuk pengadaan lahan jalan Tol Solo-Jogja tidak menemui kendala. Hingga kini terus berjalan karena sudah separuh dari yang ditargetkan sudah selesai.
”Untuk konstruksi terpengaruh terhadap kondisi musim hujan kali ini. Tapi perlu percepatan. Kami juga diingatkan beberapa hal supaya dalam bekerja tetap memperhatikan lingkungan dan sebagainya,” ucapnya saat melakukan koordinasi di Kantor Pemkab Klaten, Senin (31/10).
Lebih lanjut, terkait rencana pembangunan jalur khusus sepeda pada jalan Tol Solo-Jogja terutama di seksi I, Pristi mengatakan, sudah mengusulkan hal tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Namun hingga kini belum ada jawaban atas usulan dari Pemkab Klaten tersebut.
Pristi berharap jalur khusus sepeda itu dapat disetujui. Meski PT JMM hanya selaku pelaksana proyek tol tersebut. Bukan penentu kebijakan untuk menyetujui atau tidak. Pihaknya hanya bisa menunggu keputusan dari kementerian atas usulan tersebut.
“Mudah-mudahan dan berharap juga segera ada jawaban. Tapi kapasitas kami sebagai pelaksana. Kalau diperintahkan, ya siap saja,” ucap Pristi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono mengatakan, rapat koordinasi dengan PT JMM itu untuk mengetahui progress dari pembangunan jalan Tol Solo-Jogja. Terutama yang melintasi Kota Bersinar.
“Untuk proses pembebasan lahan masih terus bergulir. Capaian lahan yang sudah dibebaskan dan dibayarkan uang ganti rugi sekitar 59 persen. Secara umum proses pembebasan lahan berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Sementara itu, untuk progres fisiknya terutama seksi I jalan tol Solo-Jogja sudah mencapai 45 persen. Konstruksi fisik dari PSN tersebut terus berjalan. Meski begitu, PT JMM menemui kendala yakni distribusi tanah urug yang belum mencapai target.
Pihaknya memastikan akan mencarikan solusi agar proyek jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Klaten tetap berjalan. Tentunya dengan tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum, seperti distribusi tanah urug yang perlu diatur jalannya.
“Termasuk komitmen terhadap kerusakan yang ada. Harapan kami kepentingan masyarakat umum dan pemerintah dengan PSN ini jangan sampai terganggu,” ucapnya.
Sebagai informasi jalan tol Solo-Jogja yang berada di Klaten melintasi 50 desa di 11 kecamatan. Ada pun jumlah total bidang lahan yang terdampak dari proyek tol mencapai 3.961 bidang. (ren/nik) Editor : Damianus Bram