Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

20 Grup Hadrah Meriahkan Peringatan Hari Santri di Masjid Al Mujahidin

Damianus Bram • Selasa, 1 November 2022 | 15:40 WIB
Salah satu grup hadrah yang tampil di halaman Masjid Al Mujahidin, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Minggu (30/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Salah satu grup hadrah yang tampil di halaman Masjid Al Mujahidin, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Minggu (30/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Ada 20 grup hadrah memeriahkan peringatan Hari Santri Naisonal sekaligus Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al Mujahidin, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom pada Minggu (30/10). Grup hadrah itu terdiri dari tiga kategori yakni anak-anak, perempuan dan kalangan umum.

Penampilan 20 grup hadrah itu diinisiasi oleh Santri Gayeng Nusantara (SGN) Klaten. Ada tiga kriteria yang dinilai dari perlombaan grup hadrah tersebut. Mulai dari vocal, instrumen music dan penampilan kekompakan setiap grup.

“Peserta grup hadrah menyanyikan lagu wajib yang telah ditentukan. Yakni Man Ana atau Sa’duna Fiddunya dan lagu pilihan. Sedangkan untuk lagu pilihannya bebas,” ucap Ketua SGN Klaten Hasymi Fauzi, saat ditemui Jawa Pos Radar Solo pada Minggu (30/10).

Pihaknya mengungkapkan, dipilihnya penampilan hadrah itu untuk mendorong untuk mengagungkan nama Nabi Muhammad dengan cara bersholawat. Terlebih lagi dalam rangkaian Maulid Nabi itu diharapkan umat muslim di Klaten bisa meneladani semua sifat dan ajarannya.

Pada kesempatan yang sama, SGN Klaten juga menyerahkan sejumlah bantuan. Mulai dari rehab rumah untuk pegiat agama seperti guru TPA dan pengurus masjid. Kemudian terdapat rehab masjid pondok pesantren serta penguatan UMKM berupa bantuan lapak untuk berjualan aneka olahan makanan kepada pelaku usaha.

“Harapannya kami ingin mempertahankan eksistensi santri serta kemanfaatannya kepada masyarakat. Jadi selain dari sisi agama juga ada sosialnya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta hadrah dari Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Gilang, 19, mengaku persiapan untuk ikut tampil dalam kegiatan perlombaan hadrah tersebut sekitar satu minggu. Ada 14 orang yang tergabung dalam satu grup yang memiliki latar belakang sebagai santri di salah satu madrasah di Klaten.

“Sangat antusias ikut, karena sudah lama tidak diadakan. Semoga bisa menginspirasi lainnya untuk menggelar kegiatan serupa. Daripada hanya nongkrong bahkan sampah klitih, lebih baik berbuat positif. Ya seperti hadrah ini,” pungkasnya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Santri Gayeng Nusantara #Hari Santri Naisonal #hadrah #Hadroh #SGN Klaten #Masjid Al Mujahidin