Menariknya, bagi wisatawan yang berkunjung bisa mengelilingi Desa Tibayan dengan menaiki gerobak sapi sembari menikmati panorama alam desa setempat dengan menaiki transportasi tradisional yang mulai langka itu.
Bagi yang ingin menaiki gerobak sapi di Desa Tibayan, tersedia dua paket, yakni medium dan long. Untuk paket medium cukup merogoh kocek Rp 15 ribu untuk perjalanan selama 20 menit, sedangkan paket long harganya Rp 30 ribu untuk perjalanan selama 30 menit. Ada tujuh komunitas gerobak sapi yang siap dipesan untuk wisata keliling desa.
Puas berkeliling desa, jangan lupa mampir ke De Beliyung Cafe. Ada menu favorit lezat dengan harga pedesaan, yakni chicken katsu teriyaki yang dibanderol Rp 12 ribu per porsi. Pilihan minumnya juga lengkap. Mulai dari wedang rempah, red valvet, kopi hitam, aneka jus sampai teh poci.
Pendamping Desa Tibayan Wisnu Satata mengatakan, pengembangan Tibayan menerapkan konsep eco-green.
“Baik pemerintah desa, petani, dan masyarakat punya harapan besar. Desa Tibayan tidak dianggap sebagai desa tertinggal. Kami mengembangkan kerja kemitraan dengan potensi desa sekitar. Antara lain Desa Bengking dan Benteng dalam menjual produk desa,” ucap Wisnu, Selasa (8/11).
Dia optimistis pariwisata di Tibayan kian moncer. Mengingat lokasinya cukup strategis. Titik awal akses objek wisata Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang berada di Tibayan apabila melakukan pencarian menggunakan Google Maps.
“De Beliyung Cafe menjadi langkah awal pada 20 September lalu dan diresmikan Bupati Klaten Sri Mulyani. Menjadi pusat kuliner Desa Tibayan. Sekaligus information of center tourism (ICT) dengan berbagai informasi lengkap terkait paket wisata,” ucapnya.
Konsep pengembangan desa wisata Tibayan terus mendapatkan perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Meskipun terdapat kekurangan, antara lain akses jalan yang sempit, tetapi tidak menyurutkan warga Tibayan membangun desanya.
Dari hasil bumi, kuliner, seni budaya, hingga gerobak sapi sebagai maskot wisata, menjadikan Desa Tibayan sebagai magnet wisatawan yang murah dan edukatif. (ren/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono