”Ada 140 jenis layanan yang kami integrasikan dalam MPP ini. Harapannya bisa memberikan pelayanan publik secara aman, nyaman, mudah dan ada kepastian,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten Agus Suprapto, Selasa (22/11).
Agus menyontohkan, OPD yang membuka layanan di MPP seperti dinas kesehatan (Dinkes), dinas pekerjaan umum-penataan ruang (DPU-PR) hingga dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (Disperakim). Hadir pula layanan dari BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, samsat, polres Klaten, kejaksaan negeri (Kejari) Klaten hingga Pengadilan Negeri Kelas IA Klaten.
Layanan di MPP mulai buka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00-15.00. Sedangkan khusus Jumat hingga pukul 11.00. Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis layanan yang hadir dalam satu gedung tersebut sehingga bisa memudahkan pengurusan administrasi sesuai kebutuhan.
”Nantinya selama enam bulan berjalan akan kami lakukan evaluasi. Bagaimana dengan jenis layanan yang ada di MPP. Apa yang dibutuhkan lagi oleh masyarakat dalam pelayanan publik ini,” ucapnya.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, pembangunan MPP telah dimulai sejak 2021 dengan menggelontorkan anggaran Rp 7 miliar bersumber dari APBD untuk tahap pertama. Sedangkan pada 2022 kembali dilanjutkan dengan menanggarkan Rp 2,8 miliar.
”Dalam pembangunannya kami jadikan satu kawasan dengan Taman Kuliner MPP. Harapannya para pelaku UMKM di Klaten semakin dikenal. Nantinya taman kuliner ini akan buka selama 24 jam sehingga bisa menjadi rest area,” ucap Mulyani.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kehadiran MPP Klaten yang menjadi satu kawasan dengan taman kuliner. Hal itu menjadikan masyarakat semakin nyaman karena dimanjakan dengan fasilitas yang ada sehingga seperti sedang dolan.
”Tadi sudah tepat untuk bisa meningkatkan kemampuan dari para petugas. Lebih baik lagi jika layanan hadir dengan menggunakan aplikasi. Termasuk untuk terus membangun tradisi pelayanan publik,” ucapnya. (ren/adi) Editor : Damianus Bram