Acara diawali dengan welcome drink dengan menikmati kuliner khas pedesaan sambil dihibur band musi akustik. Lalu pentas seni dan budaya tari gedruk Merapi, tari gambyong anak hingga jathilan anak. Dilanjutkan dengan hiburan musik jazz dari Jazz Mben Senen.
Ada pula talkshow kebencanaan dengan menghadirkan narasumber dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencananaan Geologi (BPPTKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Termasuk hiburan wayang thinglung oleh Ki Mardi Kenci dengan Baguse Ngarso.
Puluhan wisatawan yang hadir dalam acara tersebut menginap pada tenda kemah dan homestay yang disediakan panitia secara gratis. Tetapi sebelumnya mereka telah melakukan pendaftaran. Ditambah dengan hawa dinginnya karena berada di ketinggian 1.216 meter di atas permukaan laut (mdpl).
”Melalui acara ini kami ingin menyakinkan jika Deles Indah itu masih ada dengan keindahan panorama alamnya. Meskipun dalam perkembangannya akses untuk menuju ke Deles Indah tidak diprioritaskan,” ucap Koordinator acara Pekan Budaya Jalin Merapi Sukiman.
Sukiman menjelaskan, warga Sidorejo juga ingin memberikan pesan kepada Pemkab Klaten untuk bisa membangun objek wisata Deles Indah. Mengingat masih layak untuk dikunjungi dengan keramahan warga yang siap menyambut kedatangan wisatawan.
Dia menjelaskan, ada sejumlah potensi lain seperti wisata edukasi mengenalkan Gunung Merapi dengan konsep hidup masyarakat yang nyaman meski berdampingan dengan ancaman. Apalagi jaraknya hanya 4 kilometer dari puncak Merapi yang berstatus siaga tersebut.
”Kami masih memiliki tari gedruk Merapi yang sangat terkenal itu. Begitu juga jatilan dan karawitan serta tari-tarian lainnya. Kami juga ada budaya tumpengan yang berasal dari hasil panen untuk dibagikan sebagai harapan mendapatkan barokah,” ucapnya.
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Ridho, 20, mengetahui acara Pekan Budaya Jalin Merapi dari media sosial. ”Apalagi kami juga sedang melakukan penelitian kebencanaan berbasis budaya. Kami ingin mengetahui bagaimana budaya Jawa yang melekat pada warga. Terlebih lagi berdampingan dari ancaman Merapi,” ucapnya. (ren/adi) Editor : Damianus Bram