Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perkuat Kemandirian Pangan, Pemkab Klaten Bangun Lumbung Pangan di Tiga Desa

Damianus Bram • Kamis, 8 Desember 2022 | 01:54 WIB
SURPLUS BERAS: Bupati Klaten Sri Mulyani mengecek penggilingan beras Rojolele Srinuk di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Rabu (7/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
SURPLUS BERAS: Bupati Klaten Sri Mulyani mengecek penggilingan beras Rojolele Srinuk di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Rabu (7/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membentuk lumbung pangan masyarakat (LPM) di tiga desa. Meliputi Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko; Desa Joho, Kecamatan Prambanan; dan Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring. Hal itu untuk memperkuat kemandirian pangan di Klaten.

Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan LPM di Desa Demakijo, kemarin (7/12). Bupati melihat secara langsung sarana-prasarananya mulai dari gudang, lantai jemur, alat pengering gabah hingga rice milling unit (RMU).

Kepala Desa (Kades) Demakijo Ery Karyatno menjelaskan, pembangunan LPM di desanya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1 miliar. Meliputi lima kegiatan guna mendukung pembentukan LPM tersebut.

”Ini bagian dari Desa Demakijo menunju mandiri pangan. Apalagi di desa kami 80 persennya merupakan petani. Adanya LPM ini juga bisa memutus mata rantai penebas. Dikarenakan hasil panennya akan dibeli gabungan kelompok petani (gapoktan) sesuai yang ditetapkan pemerintah,” ucap Ery, Rabu (7/12).

Ery menjelaskan, hasil panen yang dijual ke LPM akan diterapkan sistem per kilogram (kg). Apalagi LPM yang dikelola oleh Gapoktan Jujur Makmur itu memiliki alat pengering gabah dengan kapasitas 3,5 ton sekali proses. Ditambah kapasitas gudang yang bisa menyimpan 100 ton beras.

Begitu juga untuk penggunaan RMU dalam satu ton bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit. Seluruh proses di LPM Desa Demakijo menggunakan peralatan semi otomatis. Di sisi lain, juga menyewakan peralatan kepada para petani saat hendak panen.

”Rata-rata satu patok itu sekira 2.200 meter persegi bisa menghasilkan 5 ton gabah. Kalau dibeli penebas akan dihargai Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per patoknya. Sedangkan kalau di LPM sendiri akan dihitung kiloan,” ucapnya.

Keberadaan LPM itu juga untuk memastikan ketersediaan stok pangan khususnya di Desa Demakijo tersebut, minimal sebanyak 20 ton.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan LPM sangat penting karena bisa mendukung dalam pembangunan nasional. Termasuk menjadi pilar pembentukan bangsa di tingkat desa.

”Kehadiran LPM ini juga menjadi bukti kehadiran pemerintah pusat hingga pemkab secara nyata di Klaten dan Demakijo khususnya. Di samping itu, LPM sebagai upaya ketahanan pangan yang juga menjadi tanggungjawab bersama,” ucap Mulyani.

Mulyani menambahkan, ketersediaan pangan di Klaten dari November hingga Januari 2023 mendatang ada 62.456 ton beras. Sedangkan untuk kebutuhannya 28.179 ton beras. ”Jadi Klaten masih surplus 34.277 ton beras,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Joho #Desa Pundungan #Desa Demakijo #kemandirian pangan #pemkab klaten #bupati klaten sri mulyani #lumbung pangan