Karya yang ditampilkan, di antaranya budi daya ikan lele dalam ember (budikdamber). Termasuk aneka makanan olahan dari lele. Seperti nugget lele, kaki naga, kerupuk lele, hingga dimsum. Bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Projek pertama budidakmber. Lalu diolah jadi aneka produk makanan. Dua projek yang sudah berjalan ini temanya gaya hidup berkelanjutan,” ucap Kepala SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Agus Mulyadi.
SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas merupakan sekolah penggerak angkatan pertama di Kota Bersinar. Sudah mengimplementasikan P5, dengan melatih jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan kreativitas siswa.
Di Sifa Market Day, para siswa menawarkan berbagai produk makanan dan minuman. Hingga terjadi transaksi dengan pembeli, yang merupakan para siswa dan orang tua siswa.
“Salah satu misi SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, adalah mewujudkan pendidikan berkultur budaya. Kami melatih siswa jiwa kewirausahaan melalui Sifa Market Day,” beber Agus.
Tak kalah pentingnya, yakni kegiatan parenting yang diikuti para orang tua siswa. Menghadirkan narasumber dosen pascasarjana Universitas Negeri Malang Oktaviani Adhi Suciptaningsih.
Sementara itu, SMP Muhammadiyah Sinar Fajar memiliki visi “Terwujudnya Generasi Islam yang Cerdas, Kreatif, dan Berwawasan Global”. Berdiri sejak 2017, dan tahun ajaran ini memiliki 186 siswa dengan 10 rombongan belajar (rombel). Mereka dibimbing 22 guru. (ren/fer) Editor : Damianus Bram