Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rawan Tumbang, Dahan Pohon Randu Alas yang Berusia 300 Tahun Dipangkas

Damianus Bram • Rabu, 21 Desember 2022 | 01:56 WIB
TANTANGAN: Pohon randu alas di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
TANTANGAN: Pohon randu alas di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Sebuah pohon randu alas di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu dipangkas pada bagian dahannya. Pohon setinggi 70 meter itu berpotensi tumbang karena sudah dalam kondisi mati.

Tepat di bawah pohon randu alas itu terdapat tiga rumah milik warga, sehingga ketika tumbang akan sangat membahayakan. Untuk itu, Pemerintah Desa Segaran bersama warga sepakat memangkas dahan pohon yang diperkirakan sudah berusia 300 tahun tersebut.

”Latar belakang kenapa dilakukan pemangkasan karena satu bulan sebelumnya rumah warga tertimpa dahan pohon yang jatuh. Lalu warga melaporkan kejadian itu ke kami. Kemudian kami teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten,” kata Kepala Desa (Kades) Segaran Budi Raharja, kemarin (20/12).

Budi menjelaskan, BPBD sudah melakukan pengecekan ke lokasi pohon randu alas. Termasuk memfasilitasi tukang potong kayu sebelum akhirnya mengundurkan diri karena tidak sanggup. Kemudian difasilitasi kembali dengan dicarikan tukang potong kayu lainnya, tetapi biaya ditanggung oleh pemerintah desa.

Hingga akhirnya ada lima orang yang melakukan pemangkasan terhadap dahan pohon randu alas tersebut sejak Minggu (18/12). Mereka berasal dari Kecamatan Bayat yang saat ini sudah berjalan selama tiga hari. Menggunakan peralatan gergaji mesin dan tali tambang.

”Untuk pemangkasan dahan pohon randu alas itu biayanya Rp 10 juta. Kebetulan dana untuk bencana di desa kami masih memiliki Rp 3,5 juta. Kemudian dengan warga juga iuran untuk biaya pemangkasan itu,” ucapnya.

Salah seorang warga Desa Segaran Jono, 56, mengaku takjub dengan tim pemangkasan dahan pohon randu alas yang sudah berlangsung tiga hari itu. Menurutnya tidak mudah untuk memangkas dahan pohon dengan ketinggian mencapai 70 meter.

”Jadi ada lima orang pada tim itu. Tetapi hanya ada dua orang yang memanjat pohon untuk memangkas dahannya,” ucapnya.

Jono setuju dengan pemangkasan dahan pohon randu alas tersebut. Sekalipun dahan yang pernah jatuh menimpa rumah di bawahnya tidak mengalami kerusakan. Tetapi cukup membahayakan keselamatan para penghuni rumah.

Tukang potong kayu, Samita, 70, mengaku pemangkasan dahan pohon randu alas di Desa Segaran menjadi yang paling tertinggi selama bekerja. Meski begitu, tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya untuk pemangkasan.

”Untuk naik ke pohon randu alas itu, kami dibantu dengan tali tambang. Kemudian pemangkasannya dengan gergaji mesin,” ucap warga Desa Paseban, Kecamatan Bayat ini.

Samita memperkirakan pemangkasan dahan pohon randu alas itu selesai dalam waktu seminggu. Dalam melaksanakan tugasnya itu tetap memperhatikan keselamatan diri. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pohon Usia 300 Tahun #Pohon Randu Alas #BPBD Klaten #Pohon Tua Dipangkas