Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Disperinaker Klaten Salurkan BLT untuk Pekerja Rentan Sosial

Damianus Bram • Sabtu, 24 Desember 2022 | 03:18 WIB
LEGA: Bupati Klaten Sri Mulyani saat memberikan secara simbolis kepada penerima bantuan di halaman Kantor Disperinaker Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
LEGA: Bupati Klaten Sri Mulyani saat memberikan secara simbolis kepada penerima bantuan di halaman Kantor Disperinaker Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 1.474 pekerja rentan sosial. Termasuk menyalurkan bantuan sarana usaha kepada 390 calon wirausaha baru di halaman Kantor Disperinaker Klaten, Kamis (22/12).

Bupati Klaten Sri Mulyani secara simbolis menyerahkan bantuan ini, dengan harapan bisa mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Bersinar.

“Program ini untuk mengurangi beban kerja rentan sosial di Klaten atas dampak kenaikan BBM dan inflasi. Terlaksananya penyaluran BLT kepada pekerja rentan sosial secara efektif dan tepat waktu. Termasuk untuk menciptakan calon wirausaha baru,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperinaker Klaten Surti Hartini.

Lebih lanjut, Surti menjelaskan BLT bagi pekerja rentan sosial sejumlah 1.474 orang, dengan menerima Rp 450 ribu per orang untuk tiga bulan. Sebenarnya dialokasikan bagi 4.500 orang, tetapi setelah dilakukan verifikasi banyak yang tak lolos. Kebanyakan yang dicoret karena sudah mendapatkan bantuan sosial dari program lainnya, sehingga harus dihapus Namanya agar tidak double.

“Kemudian nomor induk kependudukan (NIK) dengan nama tidak cocok. Kami tidak ingin melanggar aturan. Lalu tidak melengkapi berkas administrasi seperti KTP dan KK sehingga tidak lolos,” ucapnya.

Untuk BLT bagi pekerja rentan sosial dan bantuan sarana usaha kepada calon wirausaha baru bersumber dari APBD dan perubahan Kabupaten Klaten 2022 dengan total sekitar Rp 4,3 miliar.

Terkait kegiatan bagi peserta wirausaha baru meliputi pelatihan menjahit, las, barista jamu, dan handycraft untuk pasar ekspor. Kemudian ada juga pelatihan untuk membuat olahan makanan berbagai macam, tata rias, konveksi, serta industri kecil dan menengah (IKM) mebel dan lurik.

“Apa yang pemkab berikan lewat APBD kepada masyarakat mendapatkan bantuan dan pelatihan bisa bermanfaat. Harapannya terentaskan dari kemiskinan ekstrem. Semoga setelah ini mereka bisa mengembangkan diri,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, kemiskinan merupakan permasalahan utama yang harus dipecahkan. Penanggulangan kemiskinan secara sinergi dan sistematis harus dilakukan agar seluruh masyarakat mampu menikmati kehidupan yang bermartabat dan sejahtera.

“Kepada penerima bantuan uang tunai atau pun paket sarana usaha untuk memanfaatkan dengan baik. Terutamanya dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Klaten. Diharapkan dengan tersalurkan BLT dan bantuan sarana usaha kepada masyarakat dapat membantu melahirkan wirausaha baru,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan penerima bantuan pelatihan wirausaha baru handycraft, Endang Susilowati mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan bisa mengikuti pelatihan dan penyaluran BLT yang diselenggarakan oleh Disperinaker Klaten.

“Saya pribadi merasakan betul manfaat dari pelatihan pemberian fasilitas usaha dan bantuan sosial yang diberikan pemkab. Inilah momentum kami untuk bisa berubah kehidupan kami menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ren/nik) Editor : Damianus Bram
#Salurkan BLT #disperinaker klaten #Bantuan Langsung Tunai #BLT #bupati klaten sri mulyani