Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terdampak Tol, Satu SD di Kecamatan Jogonalan Bakal Di-Regrouping

Damianus Bram • Kamis, 5 Januari 2023 | 03:40 WIB
SEPI: Halaman SD N 1 Dompyongan yang bersebelahan dengan Kantor Desa Dompyongan, Jogonalan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
SEPI: Halaman SD N 1 Dompyongan yang bersebelahan dengan Kantor Desa Dompyongan, Jogonalan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – SD N 1 Dompyongan, Kecamatan Jogonalan yang terdampak proyek Jalan Tol Solo-Jogja bakal di-regrouping dengan SD N 2 Dompyongan. Selain karena terdampak tol, karena siswanya tak lebih dari 100 siswa.

”Sampai saat ini kami belum berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten. Sudah dibahas dengan lembaga desa, tetapi belum diberitakan acara. Nanti akan diwacanakan untuk di-regrouping,” ucap Kepala Desa (Kades) Dompyongan Sarono, Rabu (4/1/2023).

Dia menjelaskan, lokasi SD N 1 Dompyongan tepat di samping Kantor Desa Dompyongan. Maka itu, ketika sekolah tersebut nantinya terdampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut menjadikan kantor desa tepat berada di pinggir jalan tol.

”Ya memang akhirnya nantinya kantor desa di pinggir tol. Tidak ada masalah. Sepertinya akan menjadi satu-satunya kantor desa di pinggir tol di Klaten. Tapi kan di daerah kami menjadi exit tol, sehingga lebih menguntungkan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, total ada 317 bidang di Desa Dompyongan yang terdampak Jalan Tol Solo-Jogja. Jumlah itu sudah termasuk enam bidang yang merupakan tanah kas desa (TKD). Ada pun pembayaran uang ganti rugi (UGR) sudah dilaksanakan pada 27-28 Desember 2022 sebanyak 278 bidang dengan total nilai Rp 305 miliar. Sedangkan sisanya akan dibayarkan pada tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Yunanta tidak mempermasalahkan terkait wacana penggabungan SD N 1 Dompyongan ke SD N 2 Dompyongan. Terlebih, lahan yang digunakan merupakan milik desa.

”Tidak ada masalah terkait wacana itu. Apalagi terkena jalan tol. Selama sesuai dengan program regrouping seperti siswa di bawah 60 siswa,” ucap Yunanta.

Yunanta menjelaskan, terdapat 12 SD di Klaten yang direncanakan untuk di-regrouping. Rencana tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan. Seperti jumlah siswa di bawah 60 anak hingga adanya dua SD berada di satu halaman yang sama. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#SDN 1 Dompyongan #SD Terdampak Tol #Regrouping SD #SD N 1 Dompyongan