Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Satpol PP Klaten Gelar Operasi PGOT: Hindari Razia, Pengemis dan Silver Man Nyebur Sawah

Damianus Bram • Kamis, 19 Januari 2023 | 02:50 WIB
TINDAK TEGAS: Satpol PP Klaten mengamankan dua manusia silver di Jalan Solo-Jogja. (DOK. SATPOL PP KLATEN)
TINDAK TEGAS: Satpol PP Klaten mengamankan dua manusia silver di Jalan Solo-Jogja. (DOK. SATPOL PP KLATEN)
RADARSOLO.ID – Satpol PP dan Damkar Klaten melakukan operasi terhadap pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT), Selasa (17/1/2023) hingga Rabu (18/1/2023). Sebanyak 10 personel disebar di sepanjang Jalan Solo-Jogja dari Kecamatan Ceper hingga Prambanan.

Ada pun sebanyak enam orang berhasil diamankan pada Selasa (17/1/2023) terdiri dari tiga pengemis, dua manusia silver atau yang biasa disebut silver man, dan satu pengamen.

Sedangkan untuk Rabu (18/1/2023) nihil tangkapan karena pengemis dan manusia silver berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas dengan menceburkan diri ke area persawahan.

Selanjutnya keenam orang PGOT itu dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Pelrindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten. Mereka dilakukan asesmen dan pembinaan lebih lanjut.

Mereka melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Termasuk Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.

”Mereka terdiri dari lima orang dewasa dan satu orang anak-anak. Di antara mereka terdapat manusia silver yang merupakan pasangan suami-istri. Mereka kami amankan di wilayah Tegalmas, Jogonalan,” kata Subkoordinator Penindakan Satpol PP dan Damkar Klaten Sulamto, Rabu (18/1/2023).

Sulamto menjelaskan, manusia silver tersebut baru pertama kali tertangkap di wilayah Klaten. Selama ini manusia silver tersebut beraksi di wilayah Sleman. Kemudian terdesak dengan manusia silver lainnya sehingga bergeser di Klaten. Mereka berasal dari Kabupaten Bantul, Jogjakarta.

”Dalam satu hari, mereka mendapatkan uang minimal Rp 200 ribu kalau sedang sepi-sepinya. Setiap beraksi lokasinya selalu berpindah-pindah. Mulai dari pagi sampai sore lalu beristirahat kemudian dilanjutkan hingga malam hari,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan dalam menekan PGOT di sepanjang Jalan Solo-Jogja. Terlebih lagi manusia silver yang membuat pengendara kendaraan kurang nyaman. Pembinaan pun telah dilakukan terkait efek kesehatan yang ditimbulkan penggunaan cat pada tubuhnya.

”Begitu juga efek risiko ketika berada di jalan raya. Rata-rata justru dari luar kota seperti Gunungkidul, Bantul dan Sleman. Manusia silver yang dari Klaten malah tidak ada,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Silver Man #Satpol PP Klaten #Satpol PP dan Damkar Klaten #manusia silver #pgot #Dinsos dan P3APPKB Klaten