Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hilangnya Lampu dan Rusaknya Ring Basket Alun-alun Klaten Jadi Sorotan DPRD

Damianus Bram • Minggu, 29 Januari 2023 | 21:59 WIB
ADA APAKAH: Ring basket di Alun-Alun Klaten yang kondisinya mengalami kerusakan sebanyak 7 kali jadi sorotan DPRD Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
ADA APAKAH: Ring basket di Alun-Alun Klaten yang kondisinya mengalami kerusakan sebanyak 7 kali jadi sorotan DPRD Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Hilangnya puluhan lampu dan rusaknya fasilitas ring basket di Alun-Alun Klaten sampai di telinga Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Dirinya menyayangkan hal itu sampai bisa terjadi. Padahal baru selesai direvitalisasi dan dibuka untuk umum pada malam tahun baru lalu.

“Ada dua sudut pandang, yang pertama, masih dalam masa pemeliharaan sehingga menjadi kewajiban pemborong. Kedua, mengedukasi masyarakat bagaimana fasilitas publik ini bisa dijaga bersama. Pemkab sudah menganggarkan, malah ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab merusak,” ucap Hamenang saat di sela-sela kegiatannya di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Sabtu (28/1/2023).

Lebih lanjut, Hamenang sebenarnya mengapresiasi dengan adanya fasilitas olahraga basket di Alun-alun Klaten. Meski begitu, dirinya heran, ring bisa rusak berulang kali. Bahkan sampai menanyakan apakah ring basket digunakan untuk angkat beban?

Begitu juga dengan hilang dan rusaknya 52 lampu di Alun-alun Klaten. Dirinya juga heran kenapa bisa sampai begitu. Menurutnya, apabila memang benar membutuhkan lampu lebih baik menghubunginya selaku Ketua DPRD daripada mengambil pada fasilitas publik tersebut.

“Barangkali seperti di Taman Lampion terdapat CCTV dan penjaganya. Kedepannya, akan kami usulkan dari ibu bupati. Tapi lebih dari itu, kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan, baik menjaga fasilitas publik maupun kebersihannya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono menjelaskan, apabila kerusakan yang disebabkan oleh oknum yang tidak tanggungjawab akan memaklumi batasan pembenahan yang dilakukan kontraktor. Meski begitu, sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan sehingga perlu dilakukan penguatan di beberapa sisi.

“Untuk material yang digunakan dari informasi yang saya terima masih sesuai spek. Hanya saja untuk pengerjaannya butuh perapian saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Site Manager CV Tamanan Berkarya, Suwardi selaku kontraktor dari revitalisasi Alun-alun Klaten mengatakan 15 lampu yang menerangi alun-alun hilang. Sedangkan 37 lampu lainnya mengalami kerusakan. Tetapi kondisi lampu yang hilang dan rusak sudah langsung diganti.

“Untuk ring basket sudah mengalami kerusakan sebanyak tujuh kali dengan kondisi patah. Saat ini kami sedang mencari solusi. Padahal ring basket yang digunakan sudah standar nasional, papan dan pipanya juga tebal bahannya tapi kok cepat rusak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Suwardi memastikan seluruh material yang digunakan dalam revitalisasi sesuai dengan spefikasi yang telah ditentukan. Bahkan sebelum dilakukan pemasangan diajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan.

“Selama masa pemeliharaan, apabila ada kerusakan langsung kami ganti, Bahkan ketika ada laporan yang masuk dari masyarakat ke dinas lalu diteruskan ke kami, langsung kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Ring Basket Hilang #Ketua DPRD Klaten #Lampu Penerangan Hilang #dprd klaten #alun-alun klaten