Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Efek Penambangan, Dua Rumah di Desa Ngandong Terdampak Longsor

Damianus Bram • Sabtu, 4 Februari 2023 | 14:50 WIB
DIKEJAR WAKTU: Alat berat berupa ekskavator milik penambang sedang mengeruk material yang longsor menimpa dua rumah warga di Dusun Bomoten, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
DIKEJAR WAKTU: Alat berat berupa ekskavator milik penambang sedang mengeruk material yang longsor menimpa dua rumah warga di Dusun Bomoten, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Talut di perbatasan Klaten-Gunungkidul, DIJ di Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno longsor,  Kamis malam (2/2/2023). Akibat peristiwa tersebut, dua rumah warga milik Suparno dan Jumatno tertimpa material longsor.

“Terjadi pada Kamis malam sekira pukul 21.00. Material longsor mengenai bagian dapur, termasuk kandang kambing,” ucap Suparno.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Limpasan air dari wilayah Kelurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul langsung ke Dusun Bometen.

Ini dikarenakan rusaknya saluran air ke sungai. Rusak saluran air dikarenakan adanya aktivitas penambangan yang berada di wilayah Kelurahan Serut. Hal itu yang menjadikan limpasan air semakin deras, sehingga menggerus talut jalan yang membuat terjadinya longsor sepanjang 15 meter menimpa dua rumah yang ada di bawahnya.

Sementara itu, Sugeng Widodo, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Bometen mengatakan, longsor sudah terjadi sebanyak dua kali. Sebelumnya, longsor terjadi di lokasi lain yang masih berada di bawah talut di jalur jalan perbatasan tersebut.

”Kami tidak bermaksud menghalangi aktivitas penambangan. Boleh beroperasi, tetapi jangan merugikan masyarakat. Masyarakat minta saluran air dibenahi dulu. Ketika saluran air sudah dibenahi, air mengalir ke saluran dengan benar. Silakan beroperasi, tidak apa-apa,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya sempat mendatangi lokasi kejadian. Dia datang menemui perwakilan dari PT Anugerah Mega Persada selaku penambang tanah urug di wilayah Keluruhan Serut.

“Longsor ini dimungkinkan dampak dari adanya penambangan. Mereka (penambang, Red) siap bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan akibat longsor. Segera dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yoga meminta PT Anugerah Mega Persada untuk segera memperbaiki saluran air guna mencegah terjadinya longsoran lanjutan ketika hujan deras kembali terjadi. Apabila tidak segera diperbaiki akan membahayakan warga di Dusun Bometen.

“Penambangan ini sudah memiliki Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB), tetapi wilayahnya masuk di Gunungkidul,” ucapnya.

Perwakilan PT Anugerah Mega Persada Sebrat Haryanti menjelaskan, aktivitas penambangan di titik yang berdekatan dengan longsor baru berjalan selama sebulan. Dia mengungkapkan sejak awal telah membuat surat pernyataan terkait kesanggupannya apabila ada dampak yang ditimbulkan. Pihaknya menegaskan siap bertanggungjawab.

”Baik itu longsor maupun jalan rusak, akan kami perbaiki dalam waktu 1x24 jam. Sedangkan untuk yang longsor, kami tindaklanjuti setelah adanya permintaan pertemuan dari warga dulu,” ucapnya.

Dari pantauan, Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian, sebuah alat berat yakni eskavator milik penambang dikerahkan untuk mengangkut material yang menimpa dua rumah, kemarin. Direncanakan akan dilaksanakan pembenahan dengan melibatkan warga sekitar. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Penambangan Tanah Urug #Longsor di Desa Ngandong #Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya #longsor