Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Stok Beras Srinuk Bagi ASN di Lingkungan Pemkab Klaten Menipis

Damianus Bram • Selasa, 7 Februari 2023 | 15:40 WIB
PRODUK LOKAL: Beras rojolele srinuk yang didistribusikan bagi ASN di lingkungan Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PRODUK LOKAL: Beras rojolele srinuk yang didistribusikan bagi ASN di lingkungan Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Stok beras rojolele srinuk yang setiap bulannya bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten semakin menipis. Padahal kebutuhan setiap bulannya sekira 100 ton atau 10 kilogram (kg) per ASN. Penyediaan beras rojolele srinuk bagi ASN selama ini difasilitasi PT Aneka Usaha (Perseroda) yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD).

”Untuk Februari ini hanya tinggal menyisakan stok sebanyak 5 kg saja. Sedangkan Maret sudah tidak bisa. Ada pun harga bagi ASN selama ini sekira Rp 13.000 per kg. Sedangkan di pasaran harganya sudah Rp 15.000 per Kg,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Klaten, Senin (6/2/2023).

Mulyani menjelaskan, penyebab stok beras rojolele srinuk menipis karena distributor sudah memenuhi permintaan pasar di luar ASN. Terlebih dengan harga jual yang lebih tinggi yakni Rp 15.000 per kg. Hal itu menjadikan distributor lebih melirik untuk menjual di pasaran karena dinilai lebih menguntungkan.

Mulyani mengungkapkan, meski tidak memenuhi kebutuhan beras bagi ASN, tetap saja distributor masih kewalahan. Di sisi lain, Mulyani bangga beras rojolele dengan varietas baru itu diminati pasaran. Apalagi harganya tembus hingga Rp 15.000 per kg karena sebagai beras yang super premium.

”Sebenarnya untuk pelajaran bagi ASN, yang sempat mengeluhkan harganya mahal Rp 13.000 per kg. Ini kan beras super premium. Masak bagi ASN mahal, kalau mahal toh berbagai dengan petani. Sebenarnya itu tidak mahal,” ucapnya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan beras rojolele bagi ASN, Mulyani menjelaskan, pihaknya akan melakukan perhitungan ulang harga yang hendak diterapkan bagi para pegawai. Setidaknya bisa mengikuti harga di pasaran menjadi Rp 15.000 per kg.

”Saya bisa saja memenuhi kebutuhan ASN. Dari yang harganya Rp 13.000 per kg harus menjadi Rp 15.000 per kg. Tinggal ASN-nya bagaiamana, tapi yang penting saya senang, beras rojolele srinuk sudah membumi. Toh kalau ASN saat ini tidak membeli tetapi petani dan distributor sudah kuwalahan memenuhi di luar sudah sangat bagus lah,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten Widiyanti menjelaskan luas tanam padi rojolele untuk varietas srinuk pada 2022 terdapat 894 hektare. Terdapat 3.576 petani di Klaten yang sudah menanam varietas unggulan tersebut.

”Untuk produksi dari padi rojolele dalam setahun terdapat 5.815 ton beras. Sedangkan kebutuhan beras rojolele untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten bisa dipenuhi dengan luas tanam 300 hektare. Jadi ada juga yang dijual di pasaran,” ucap Widiyanti. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Beras Rojolele Srinuk #beras rojolele #rojolele srinuk #DKPP Klaten #bupati klaten sri mulyani