Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sungai Dengkeng Meluap, Air Menggenangi Jalan Raya Cawas-Pedan

Damianus Bram • Kamis, 16 Februari 2023 | 14:40 WIB
Suasana di Sungai Dengkeng, Klaten Rabu (15/2/2023). Luapan sungai ini menggenangi ruas jalan raya Cawas-Pedan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Suasana di Sungai Dengkeng, Klaten Rabu (15/2/2023). Luapan sungai ini menggenangi ruas jalan raya Cawas-Pedan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (14/2/2023) hingga Rabu (15/2/2023) dini hari berdampak ke sejumlah desa di Kecamatan Cawas dan Bayat. Kondisi ini dipicu luapan Sungai Dengkeng yang melintasi kecamatan setempat. Air mulai menggenangi jalan-jalan dan sekolah mulai pukul 07.00.

Kapolsek Cawas AKP Jaka Waloya menjelaskan, luapan Sungai Dengkeng menggenangi ruas jalan raya Cawas-Pedan kemarin pagi. Ketinggian sampai mata kaki orang dewasa.

“Sampai siang ini (kemarin) jalan masih tergenang luapan air sungai. Debit air dari Sungai Dengkeng masih tinggi. Ditambah Jembatan Modran tersumbat rumpun bambu sehingga memicu air sungai meluap,” ujar Jaka saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/2/2023).

Jaka mengungkapkan, secara umum banjir yang terjadi di Kecamatan Cawas terjadi di Desa Plosowangi dan Bawak. Ketinggian mulai dari 10 cm hingga 50 cm. Meski begitu, tidak ada permukiman yang kemasukan air dari luapan Sungai Dengkeng tersebut. Namun, sekolah di desa setempat sempat tergenang.

Guru SD Negeri 2 Plosowangi Aris menjelaskan, air luapan Sungai Dengkeng mulai masuk ke halaman sekolah pukul 07.00. Saat itu siswa sebenarnya sudah berdatangan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Saat siswa datang ke sekolah itu, airnya belum datang. Tapi tiba-tiba air mulai masuk pukul 07.00. Setelah 10 menit kemudian, air sudah sampai teras sekolah,” ujar Aris.

Aris menjelaskan, ketinggian air 10 cm-20 cm. Air sempat masuk ke ruang kelas juga. Hal itu membuat sekolah memutuskan untuk memulangkan para siswa lebih awal.

“Sepekan lalu sekolah juga terdampak banjir tapi sudah dibersihkan. Sekarang terdampak lagi dan lebih besar dari sebelumnya,” ucapnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Nur Tjahjono Suharto menjelaskan, dampak luapan air Sungai Dengkeng tidak hanya di Kecamatan Cawas saja. Ada sejumlah desa juga di Kecamatan Bayat juga terdampak seperti Desa Beluk, Paseban, Wiro, Talang, Krikilan, Kebon dan Jotangan.

“SMK Rota Bayat juga tergenang. Begitu juga luapan terjadi di Desa Paseban. Kami masih koordinasi dengan desa dan kecamatan untuk asesmen dampak banjir,” ucap Nur.

Nur menjelaskan, asesmen yang dilakukan itu untuk mengetahui terkait kebutuhan mendesak yang hendak dikirim ke daerah terdampak banjir. Baik itu logistik maupun bahan banjiran untuk penanganan darurat akibat bencana tersebut.

Dia menghimbau kepada warga Klaten terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Dengkeng agar tetap waspada. Mengingat ancaman bencana hidrometorologi masih ada. Maka itu diperlukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasinya.

“Harapan kami masyarakat sudah bisa mengantisipasi. Masyarakat pun bisa berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti BPBD, TNI, Polri, kecamatan, desa dan relawan,” ujar dia. (ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#SD Negeri 2 Plosowangi #Banjir di Klaten #Jalan Raya Cawas-Pedan #Sungai Dengkeng Meluap #BPBD Klaten