Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Rumah dari Anyaman Bambu di Melikan Dapat Bantuan RTLH

Damianus Bram • Rabu, 22 Februari 2023 | 04:41 WIB
PEDULI: Personel TNI dari Kodim 0723/Klaten dan warga secara bergotong-royong mulai melakukan pembangunan rumah milik Sihyem, Selasa (21/2/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PEDULI: Personel TNI dari Kodim 0723/Klaten dan warga secara bergotong-royong mulai melakukan pembangunan rumah milik Sihyem, Selasa (21/2/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Seorang warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi bernama Sihyem, 80, mendapatkan bantuan untuk rumah tidak layak huni (RTLH) dari Korem 074/Warastratama Surakarta. Ada pun besaran bantuan RTLH itu sekitar Rp 50 juta yang pengerjaannya dilakukan secara gotong royong.

Awalnya rumah Sihyem yang terbuat dari anyaman bambu dan beralaskan tanah itu diajukan untuk mendapatkan bantuan RTLH ke Korem 074/Warastratama. Lalu dilakukan survei hingga akhirnya memperoleh bantuan tersebut. Pembongkaran yang dilakukan para personel TNI dan warga dilakukan pada Selasa (21/2/2023) pagi.

“Usai dilakukan pembongkaran langsung kami siapkan untuk peletakan batu pertamanya. Rencananya akan dilaksanakan oleh Dandim 0723/Klaten pada Rabu (22/2/2023). Sedangkan untuk pengerjaan RTLH ditarget selesai dalam waktu satu bulan,” ucap Babinsa Desa Melikan, Sertu Joko Siswanto, yang juga anggota Koramil 07/Wedi, Kodim 0723/Klaten, saat ditemui di Desa Melikan, Selasa (21/2/2023).

Lebih lanjut, Joko menjelaskan, rumah Sihyem nantinya akan memiliki ukuran 6 meter x 6,5 meter. Terlebih lagi akan lebih layak dari sebelumnya. Harapannya nenek tersebut bisa menghabiskan masa tuanya dengan menempati rumah yang lebih kokoh.

“Gambaran rumah sebelumnya memang tidak layak. Apalagi setiap hujan, gentengnya juga selalu bocor. Ditambah masih beralaskan tanah sehingga sering kali becek ketika terkena air hujan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap proses pembangunan rumah milik Sihyem berjalan lancar tanpa ada kendala. Selama proses pengerjaan itu, sementara waktu Sihyem tinggal di kerabatnya yang tak jauh dari rumahnya.

Sementara itu, Sihyem mengaku senang, rumah yang sebelumnya dari anyaman bambu bakal dibangun dengan material batako karena lebih kokoh. Meski Sihyem dalam kesehariannya menempati rumahnya seorang diri.

“Sudah 12 tahun ini saya menempati rumah dari anyaman bambu. Kondisinya yang sering bocor karena gentengnya dalam kondisi melorot,” ucap Sihyem yang sehari-hari bekerja sebagai perajin gerabah.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Korem 074/Warastratama ata bantuan tersebut. Termasuk para personel dari Kodim 0723/Klaten dan warga yang membantu dalam pembangunan rumahnya.

Camat Wedi Rizqan Iryawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan seluruh bantuan sosial yang diterima Sihyem. Dirinya pun memastikan untuk jaminan kesehatan nasional berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik Sihyem masih aktif.

“Untuk bantuan sosial lainnya masih kami cek ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten. Sihyem sendiri juga telah mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemdes Melikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rizqan menilai Sihyem dinilai layak untuk mendapatkan bantuan RTLH dari Korem 074/Warastratama Surakarta. Mengingat rumah dari anyaman bambu sebelumnya sudah tidak layak untuk dihuni karena bisa berpotensi roboh. (ren/dam) Editor : Damianus Bram
#bantuan rtlh #rtlh #Rumah Anyaman Bambu #Korem 074/Warastratama