”Terkait patung sudah kami komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPR-PR) Klaten. Dikarenakan untuk patungnya belum proporsional. Wajahnya cukup baik, hanya postur badannya saja belum proporsional,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono, Kamis (23/2/2023).
Jajang menjelaskan, perbaikan patung Bung Karno yang terbuat dari tembaga dengan ketinggian sekira 5 meter itu masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga. Maka itu, dia meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan secepatnya.
Dia mengungkapkan, gedung tersebut rencananya akan diresmikan Ketua DPR RI Puan Maharani. Soal jadwal, menyesuaikan Puan. Tapi harapannya bisa diresmikan pada Maret sebelum memasuki Ramadan. Atau setidaknya untuk gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah bisa diresmikan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan persiapan secara detail telah dilakukan pada Grha Bung Karno. Mengingat gedung pertemuan yang sudah berdiri selama empat tahun ini perlu ada perbaikan di beberapa sisinya.
”Kalau untuk patungnya (Bung Karno) sebenarnya sudah cakap (wajah). Hanya saja badannya kebesaran sehingga perlu diperbaiki. Terkait teknisnya seperti apa, yang tahu rekanan, katanya patung itu terdiri dari beberapa potongan. Terkait peresmiannya, kami sudah mengajukan proposal ke Ketua DPR RI, dua hari yang lalu,” ucapnya.
Seperti diketahui, gedung pertemuan ini berdiri di lahan seluas 5.000 meter persegi. Kapasitasnya sekira 3.000 orang. Pembangunannya dimulai sejak 2018 dengan anggaran awal Rp 3,5 miliar. Disusul tahap kedua pada 2019 dengan anggaran Rp 15,4 miliar.
Sedangkan pada 2020 anggaran terkena refocusing dari semula Rp 42 miliar menjadi Rp 36 miliar. Pada 2021 digelontorkan Rp 7 miliar untuk penataan sejumlah bagian di gedung pertemuan terbesar di Klaten tersebut. Sedangkan pada 2022 dialokasikan anggaran sekitar Rp 16 miliar yang bersumber dari APBD. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram