“Keberadaan aplikasi ini sebenarnya untuk mengoptimalkan pendampingan kepada catin. Meski sudah ada aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (Elsimil) tetapi belum optimal. Terutama lintas sektoral yang melakukan pendampingan terhadap catin,” ucap Penyuluh Keluarga Berencana BKKBN Jawa Tengah untuk Kecamatan Wedi, Anjanida Priyantika Dewi, Sabtu (25/2/2023).
Lebih lanjut, Anjani menjelaskan, melalui aplikasi Si Centil’s itu bisa menghubungkan antar tim pendamping catin. Mulai dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Wedi, tenaga kesehatan di Puskesmas Wedi dan pencatat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Wedi. Aplikasi itu juga bisa digunakan oleh Pemerintah Kecamatan Wedi, Balai Keluarga Berencana (KB) Wedi dan pemerintah desa di Wedi.
Anjani menjelaskan, yang bisa mengakses aplikasi Si Centil’s hanya tim pendamping catin lintas sektoral saja. Sedangkan untuk masyarakat umum belum bisa. Memang kehadiran aplikasi itu untuk penguatan pendampingan terhadap catin.
“Aplikasi ini juga untuk memudahkan alur pemantauan terhadap catin berbasis aplikasi. Mempermudah penjaringan seluruh catin di Kecamatan Wedi untuk skrining kesehatan sebelum menikah. Maka itu di dalamnya berisikan berat badan, tinggi badan, anemia atau tidak yang merupakan indikator dari pencegahan stunting,” tambahnya.
Anjani menerangkan, apabila dalam pemantauan menggunakan aplikasi, masuk dalam kategori berisiko maka akan dilakukan pendampingan lebih intensif. Tentunya dengan menyesuaikan kondisi dari masing-masing catin. Mulai dari kaitan gizi hingga memastikan kesiapan untuk hamil.
“Apalikasi ini berbasis website sehingga bisa dibuka oleh mitra pendamping kapan saja. Ini baru versi 1. Nantinya akan ada pembaruan setelah digunakan.” ucapnya.
Kepala KUA Wedi, Sugiyanto mengakui aplikasi Elsimil memang belum optimal untuk pemantauan catin. Maka itu dengan kehadiran aplikasi Si Centil’s tersebut bisa lebih optimal dalam menjaring catin di Wedi untuk dipantau.
“Sebenarnya di KUA Wedi sendiri juga ada bimbingan perkawinan (Bimwin). Setiap kali digelar bimwin itu terdapat 15 pasang catin yang dilaksanakan selama dua hari. Dilaksanakan selama 16 jam dengan menghadirkan berbagai narasumber,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam setahun setidaknya ada 300 pasangan yang menikah di Kecamatan Wedi. Maka itu, diharapkan dengan kehadiran aplikasi Si Centil’s tersebut bisa memperkuat antar tim pendamping catin guna menekan stunting.
Seperti diketahui angka stunting di Klaten mengalami peningkatan. Pada 2021 untuk angka stunting di Klaten 15,8 persen. Sedangkan pada 2022 terdapat 18,2 persen sehingga ada kenaikan 2,4 persen. Camat Wedi Rizqan Iryawan pun mengharapkan melalui aplikasi Si Centil’s tersebut bisa menekan angka stunting di wilayahnya.
“Saya harapkan bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh Puskesmas Wedi, KUA Wedi dan Tim KB dalam melakukan pemantauan terhadap catin,” pungkasnya. (ren/dam) Editor : Damianus Bram