Para PKL pun mengaku senang bisa berjualan di Taman Kuliner MPP karena dinilai lebih layak dari tempat sebelumnya. Apalagi ditunjang berbagai fasilitas pendukung dengan pemandangan berupa taman. Harapannya bisa menarik pengunjung untuk datang menikmati makanan dan minuman di taman kuliner.
“Alhamdulillah pada hari pertama penjualan ini begitu ramai. Sudah banyak pelanggan lama yang datang ke taman kuliner ini. Total sudah 50 porsi yang terjual,” ucap Bagong, 52, yang sehari-harinya berjualan nasi goreng hingga rica-rica ayam dengan harga mulai Rp 12.000-15.000 per porsi, Sabtu (25/2/2023).
Bagong menilai penjualan hari pertama itu sudah cukup bagus. Meski saat berjualan di depan Masjid Raya Klaten dalam sehari bisa menjual hingga 90 porsi. Tapi dirinya yakin dengan lokasi yang baru itu bisa mendongkrak penjualan dari sebelumnya.
“Kalau pelanggan sendiri justru lebih senang saya berjualan di sini. Dikarenakan tempatnya luas dan nyaman sehingga bisa menyantap makanan di mana saja. Ditambah adanya pemandangan taman ini yang jadi pembeda,” ucap Bagong.
Dirinya pun berharap di Taman Kuliner MPP bisa ditambahkan lagi tempat sampah. Hal itu sudah dikomunikasikan ke Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP). Termasuk perlu diadakannya event secara rutin berupa hiburan musik sehingga menarik pengunjung untuk datang.
“Disamping melayani pelanggan di taman kuliner, Saya tetap melayani penjualan secara online. Termasuk mengantarkan secara langsung pesanan ke pelanggan lama. Mudah-mudahan penjualannya bisa lebih dari sebelumnya,” ucap Bagong asal Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah ini.
Sementara itu, PKL lainnya, Sudarjo, 66, berharap dengan dipindahnya lokasi berjualan ke Taman Kuliner MPP bisa meningkatkan penjualannya. Terutama pelanggan dari luar kota yang melintasi Jalan Mayor Kusmanto diharapkan bisa mampir ke pusat kuliner tersebut.
“Penjualan hari pertama ini mengalami peningkatan. Kami Harapkan dengan lokasi penjualan yang lebih bagus ini menjadikan rejeki kami lebih bagus juga. Kami juga ingin ada event seperti yang sering diadakan di street food di Jalan Bhali. Soalnya para PKL ada yang berjualan dari pagi sampai malam sehingga harapannya selalu ramai,” ucap Sudarjo yang sehari-harinya berjualan rawon dan soto sapi mulai harga Rp 10.000 sampai Rp 20.000 ini.
Sebagai informasi, dipindahnya PKL ke Taman Kuliner MPP karena di depan Masjid Raya Klaten menjadi zona merah untuk berjualan. Terlebih lagi hendak difungsikan sebagai kantong parkir kendaraan yang berada di jantung kota.
“Berpuluh-puluh tahun para PKL berjualan di sana (depan Masjid Raya Klaten) sehingga sangat nyaman. Tapi Insya Allah di rumah kedua (Taman Kuliner MPP) lebih nyaman, lebih berkah dan laris, pulang membawa untung yang luar biasa,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani. (ren/dam) Editor : Damianus Bram