Saat melakukan sidak di lokasi, Jumat (3/3/2023), Bupati Klaten Sri Mulyani melihat langsung kondisinya. Tampak jelas jalan berlubang tertutup genangan air, kondisi ini jelas membahayakan pengguna kendaraan motor yang melintas. Kerusakan terjadi akibat ruas jalan tersebut dilintasi truk muatan tanah uruk untuk Jalan Tol Solo-Jogja setiap harinya.
Sebenarnya ruas Jalan Raya Wedi-Bayat masuk dalam kesepakatan yang tertuang pada memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Klaten dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku pengelola badan usaha jalan tol. Maka dari itu, apabila terjadi kerusakan menjadi tanggung jawab PT JMM untuk memperbaiki.
“Sidak ini menjadi tindak lanjut dari keluhan masyarakat yang masuk di media sosial saya. Jalan Raya Wedi-Bayat ini memang tidak bagus, PT JMM harus melihat sendiri kondisinya,” ucap Sri Mulyani.
Dalam kegiatan sidak itu, bupati bahkan langsung menelepon pihak PT JMM karena geram tak kunjung diperbaiki. Mengingat sudah dua kali dilakukan perbaikan, tetapi dinilainya tidak maksimal. Memang diakuinya, curah hujan yang tinggi menjadikan jalan di lokasi tersebut jadi cepat kembali rusak.
Dia meminta PT JMM untuk memprioritaskan perbaikan di lokasi ini, mengingat ruas tersebut menjadi jalur utama bagi warga dari arah Wedi maupun Kota Klaten ke Bayat. Begitu juga sebaliknya.
“Total sebenarnya ada 51 ruas jalan yang mengalami kerusakan, tetapi baru 30 persen yang diperbaiki. Kami kalau terlalu kencang dikira tidak mendukung proyek strategis nasional (PSN). Padahal masyarakat tidak mau kondisi jalan yang dilintasi seperti ini,” ucap Mulyani.
Dia juga meminta PT JMM mengecek kondisi Jalan Wedi-Bayat yang mengalami rusak parah secara langsung.
“PT JMM responsnya lambat. Pada akhirnya muaranya kepada saya yang disalahkan. Padahal sudah membuat kesepakatan, PT JMM berkewajiban untuk memperbaiki,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat Sugeng Raharjo, 33, mengungkapkan, kerusakan sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Terutama setelah dilintasi truk bermuatan tanah uruk untuk Jalan Tol Solo-Jogja.
“Sebenarnya pernah ditambal juga jalannya. Pagi ditambal, tapi sorenya sudah rusak lagi. Kasihan anak-anak sekolah yang sering jadi korban kecelakaan gara-gara menghindari jalan berlubang,” keluhnya.
Sugeng pun berharap segera ada perbaikan jalan pada ruas tersebut. Mengingat saat ini mendekati Lebaran sehingga banyak yang akan pulang kampung dengan kendaraan melintasi Jalan Raya Wedi-Bayat nantinya.
Sebelumnya, General Manager Lahan dan Utilitas PT JMM Muhammad Amin menjelaskan, perbaikan jalan yang rusak akibat dilintasi truk muatan uruk sudah dilakukan sejak awal Februari. Terutama untuk memperbaiki 51 ruas jalan yang rusak.
“Kami sebenarnya sudah memperbaiki secara tuntas, tetapi kan ada faktor cuaca, sehingga saat dilewati rusak kembali,” ucapnya.
Dia pun optimistis perbaikan jalan di 51 ruas bisa selesai sebelum memasuki bulan puasa. Mengingat proses perbaikan sudah berlangsung sejak awal Februari lalu. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram