Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jalan Raya Wedi-Bayat Bakal Dibetonisasi oleh Pemkab Klaten

Damianus Bram • Senin, 6 Maret 2023 | 00:00 WIB
SEGERA DIBETONISASI: Ruas Jalan Raya Wedi-Bayat, Desa Trotok, Kecamatan Wedi yang bakal dibetonisasi oleh Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
SEGERA DIBETONISASI: Ruas Jalan Raya Wedi-Bayat, Desa Trotok, Kecamatan Wedi yang bakal dibetonisasi oleh Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Ruas Jalan Raya Wedi-Bayat di Kecamatan Wedi yang mengalami kerusakan parah bakal diperbaiki dengan cor beton oleh Pemkab Klaten. Meski ruas tersebut masuk dalam kesepakatan menjadi tanggungjawab PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku pengelola badan usaha Jalan Tol Solo-Jogja untuk memperbaiki.

Seperti diketahui ruas Jalan Raya Wedi-Bayat di Desa Trotok, Kecamatan Wedi mengalami kerusakan parah sepanjang 400 meter. Hal itu disebabkan karena seringnya dilintasi armada truk yang bermuatan tanah uruk untuk Jalan Tol Solo-Jogja. Bupati Klaten Sri Mulyani sempat melakukan sidak pada ruasa jalan pada Jumat (3/3/2023) karena banyak dikeluhkan masyarakat.

“Total anggaran untuk bidang Bina Marga pada tahun ini mencapai Rp 70 miliar. Anggaran itu diantaranya untuk program peningkatan jalan dengan cor beton maupun pengaspalan yang menyasar tujuh ruas. Salah satunya ruas Jalan Wedi-Bayat ini,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten Suryanto, Sabtu (4/3).

Lebih lanjut, Suryanto menjelaskan, anggaran yang dikucurkan untuk betonisasi Jalan Raya Wedi-Bayat sekitar Rp 5 miliar. Nantinya akan memasuki tahap proses lelang terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pengerjaan.

Berdasarkan data dari DPU-PR Klaten untuk total panjang jalan kabupaten yang ada di Kota Bersinar 716 Km. Dari total panjang tersebut sekitar 60 persen kondisinya masih bagus. Sedangkan 30 persen mengalami rusak sedang dan sekitar 10 persen mengalami rusak parah.

“Ada beberapa faktor yang membuat jalan rusak di Klaten. Terutama dikarenakan curah hujan yang tinggi. Menjadikan konstruksi jalan dari aspal kalahnya dengan air. Dikarenakan rekatan aspal dan daya dukung tanah berkurang,” jelasnya.

Di sisi lain, kerusakan menjadi cepat diperparah dengan adanya angkutan material uruk yang sering melintas. Terlebih lagi terkadang melewati jalur yang tidak sesuai kesepakatan.

Sementara itu, kerusakan parah dengan kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Wedi-Bayat juga menjadi perhatian Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Ia menilai, PT JMM kurang melakukan percepatan terhadap perbaikan jalan di ruas tersebut.

“Untuk ruas jalan yang masuk dalam kesepakatan dengan PT JMM sudah dikoordinasikan oleh bupati dan pihak terkait. Memang sebelum jalan tol beroperasi untuk perbaikan jalan dilakukan dengan tambal sulam. Tetapi ketika jalan mengalami kerusakan kembali untuk kegiatannya (penambalan) dipercepat,” ucap Hamenang.

Di sisi lain, dirinya juga melakukan koordinasi dengan DPU-PR Klaten terkait peningkatan maupun perbaikan jalan kabupaten yang rusak. Saat ini masih dalam proses lelang yang harapan segera muncul pihak pelaksana proyek tersebut. Harapannya perbaikan jalan dapat diselesaikan sebelum memasuki lebaran.

“Ketika lebaran kan keramaian Jakarta pindah ke Klaten. Terutama yang menuju ke objek wisata. Harapannya bisa memberikan dampak pada peningkatan perekonomian Klaten,” ucapnya.

Terkait jalan nasional terutama Jalan Raya Solo-Jogja yang mengalami kerusakan harapannya mulai dilakukan perbaikan oleh pihak berwenang. Mengingat sudah banyak sekali pengendara kendaraan yang menjadi korban karena terperosok pada jalan yang berlubang.(ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Jalan Wedi-Bayat Rusak #Jalan Wedi-Bayat #DPU-PR Klaten