Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

DKPP Klaten Cek Pasar Tradisional, Waspada Daging Berformalin dan Glonggongan

Damianus Bram • Kamis, 16 Maret 2023 | 02:08 WIB
PENCEGAHAN: Petugas DKPP Klaten mengecek daging sapi yang dijual di pasar darurat Pasar Gede Klaten dan Pasar Srago, Rabu (15/3/2023). (DOKUMENTASI DKPP KLATEN)
PENCEGAHAN: Petugas DKPP Klaten mengecek daging sapi yang dijual di pasar darurat Pasar Gede Klaten dan Pasar Srago, Rabu (15/3/2023). (DOKUMENTASI DKPP KLATEN)
RADARSOLO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten melakukan pengawasan terhadap produk hewan di delapan pasar tradisional di Klaten. Hal ini untuk mencegah peredaran daging sapi maupun ayam mengandung formalin jelang Ramadan ini.

Pengawasan dilakukan sejak Senin (13/3/2023). Sementara Rabu (15/3/2023), pengawasan digelar di pasar darurat Pasar Gede Klaten, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara dan Pasar Srago, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah. Hasilnya tidak ada temuan daging berformalin maupun digelonggong air.

”Menjelang Ramadan ini kami melakukan pengawasan terhadap produk hewan. Melaksanakan monitoring ke sejumlah pasar tradisional. Untuk mengantisipasi terhadap daging yang dipasarkan. Mewujudkan kenyamanan dan ketentraman dalam mengonsumsi daging,” ucap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Klaten Triyanto, Rabu (15/3/2023).

Triyanto menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan pengecekan keasaman dari daging. Termasuk memastikan apakah mengandung formalin maupun direndam air. ”Alhamdulillah semua daging yang dipasarkan di dua pasar tradisional itu layak. Sedangkan harga daging sapi sendiri stabil di angka Rp 125 ribu per kilogram (kg) dan daging ayam Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kg,” ucap Triyanto.

Triyanto pun mengimbau masyarakat mengecek kualitas daging yang hendak dibeli. Jangan hanya tergiur dengan harganya yang murah. Menurutnya, untuk daging yang berkualitas memiliki warna cerah dengan tekstur lebih kenyal.

”Jangan sampai pilih daging yang pucat. Itu sudah pasti mengandung formalin atau direndam air. Jangan pilih daging yang lembek juga,” ucap Triyanto.

Salah seorang pedagang daging sapi di pasar darurat Pasar Gede Klaten, Heri, 49, menjelaskan, daging yang dijual berkualitas dengan harga mulai dari Rp 120 ribu per kg hingga Rp 130 ribu per kg.

”Daging yang berkualitas itu warnanya bagus dengan kemerah-merahan. Apalagi tekstur dagingnya kering. Harganya harus wajar,” ucap Heri.

Jelang Ramadan, belum ada kenaikan harga daging sapi. Berkaca dari tahun sebelumnya, kenaikan baru terjadi menjelang Idul Fitri. Sedangkan terkait permintaan justru dinilai sepi meski sudah ada kenaikan beberapa hari ini. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pengawasan Produk Hewani #Daging Glonggongan #pasar tradisional #Pasar Gede Klaten #DKPP Klaten #Daging formalin #Daging Berformalin