Kabag Ops Polres Klaten Kompol Muhamad Aslam menjelaskan, dari 25 gereja itu terdapat empat gereja dengan jumlah umat cukup banyak. Di antaranya di Kecamatan Klaten Tengah, Jogonalan, dan Wedi. Pengamanan akan dilakukan secara menetap dengan menyiagakan 25 personel selama empat hari.
Sementara untuk pengamanan gereja kecil disiagakan 15 personel. Pengamanan juga melibatkan Pam Swakarsa dari masing-masing gereja. Harapannya memberikan rasa nyaman dan aman bagi umat dalam beribadah.
”Pengamanan kami lakukan dalam rangka mengantisipasi (kemungkinan gangguan selama ibadah). Untuk sementara masih mengandalkan kekuatan dari Polres Klaten dan polsek-polsek. Kami menjamin ibadah berjalan dengan aman, nyaman dan khusyuk,” ucapnya.
Aslam pun mengimbau umat yang hendak datang ke gereja untuk tidak membawa barang dalam ukuran besar. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengamanan gereja untuk bisa menyampaikan hal itu ke umat.
”Untuk seluruh barang bawaan umat yang hendak masuk ke gereja akan kami cek. Nantinya untuk pemeriksaan kami gunakan metal detektor,” tandasnya.
Ketua 2 Panitia Paskah Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi Laurentius Sukamta menjelaskan, pihaknya menyiapkan 30 personel keamanan internal. Didukung, polres, kodim, banser dan relawan lintas iman.
”Untuk jumlah umat di Paroki Wedi sendiri mencapai 4.000 orang. Maka itu setiap pelaksanaan ibadah dilakukan sebanyak dua kali. Kami juga menambah kursi di luar gereja sehingga cukup menampung umat,” ucap Sukamta. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram