Soal rencana operasional fungsional hingga wilayah Klaten, Kabag Ops Polres Klaten Kompol Muhamad Aslam belum mendapatkan informasi secara resmi. Begitu juga terkait rencana mendirikan pos secara mandiri di sekitar keluarnya kendaraan jalan tol sampai saat ini belum ada.
”Untuk yang di Tegalgondo itu, kami menempatkan personel di Pos Terpadu yang didirikan Polda Jateng. Tepatnya di Sanggung, Sukoharjo. Ini gabungan dari tiga Polres yakni Polres Sukoharjo, Boyolali dan Klaten,” ucap Aslam saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui sambungan telepon, Senin (10/4/2023).
Aslam menjelaskan, pos arus mudik dan balik Lebaran masih di empat lokasi. Meliputi Pos Pelayanan di seberang Alun-Alun Klaten, Pos Terpadu di Kecamatan Prambanan serta Pos Pam di Kecamatan Jatinom dan Delanggu.
”Saya dengar sampai Desa Sidowayah (Klaten) atau mana. Tapi belum ada tembusan ke kami terkait hal itu. Jadi mengoptimalkan yang di pos terpadu dengan menempatkan lima personel setiap harinya,” ucapnya.
Aslam menambahkan, dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran telah disiapkan 373 personel Polri. Nantinya mereka ditempatkan keempat pos serta tim urai untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan.
Sementara itu, Sekretrais Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait rencana operasional fungsional Tol Solo-Jogja hingga sampai Klaten tersebut.
”Tapi tentunya perlu disiapkan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dengan difungsionalkan Jalan Tol Solo-Jogja sampai Klaten,” ucapnya singkat.
Sementara itu, General Manager Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin mengatakan, rencana awal titik keluar Jalan Tol Solo-Jogja tetap di Sawit, Boyolali. Sedangkan titik keluar di Tegalgondo, Klaten hanya disiapkan apabila terjadi kemacetan di Sawit tersebut.
”Jadi sifatnya masih optional saja. Kalau terjadi kemacetan di Sawit baru dikeluarkan di Tegalgondo,” ucap Amin.
Amin menjelaskan, operasional fungsional dari Jalan Tol Solo-Jogja pada H-7 sampai H+7. Memanfaatkan satu sisi jalan dengan menerapkan satu arah yang dimulai pukul 07.00-17.00. Pembatasan waktu itu dikarenakan belum adanya lampu penerangan pada jalan tol.
”Saat ini sudah kami siapkan untuk rambu-rambunya secara lengkap. Termasuk pengerjaan untuk urug sampai STA 7 dan jembatan yang ada di Kateguhan,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram