Berbagai objek diduga cagar budaya (ODCB) ditemukan tepatnya di Dusun Plosokuning, desa setempat pada lahan proyek Tol Jogja-Solo. Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, penemuan ODCB itu berawal saat Sriyanto hendak mencari rumput untuk pakan ternak di lokasi pada Selasa (18/4) sore.
Saat menggaruk tanah itu terkena sebuah benda, yang membuat Sriyanto sempat penasaran. Tetapi dirinya tidak melanjutkan untuk menggali karena tujuan utamanya mencari rumput.
“Akhirnya malam harinya saya mendatangi lokasi karena penasaran dan menggali tanah dengan kedalaman sekira 10 cm. Tapi saya mengajak teman (Sumidi) soalnya tidak berani kalau sendirian,” ucap Sriyanto saat ditemui di Kantor Desa Wonoboyo, Selasa (25/4).
Lebih lanjut, Sriyanto menjelaskan, lokasi penggalian itu berada di lahan proyek Tol Jogja-Solo yang melintasi wilayah Wonoboyo. Jaraknya sekira 100 meter dari lokasi penemuan artefak emas dan perak era Mataram kuno pada 1990 lalu. Sedangkan sekitar lokasi tersebut merupakan lahan persawahan.
Saat menggali itu, Sriyanto bersama Sumidi dikejutkan oleh penemuan diduga guci yang berbahan tembaga. Di dalam guci ditemukan berbagai ODCB lainnya dalam bentuk sudah tidak utuh lagi. Termasuk diduga arca.
“Kalau yang di luar guci itu ada ODCB lainnya seperti guci (berbahan keramik) dan seperti nampan. Kedalamannya sebelumnya dilakukan penataan lahan dengan alat berat ya sekira 1,5 meter,” ucap Sriyanto.
Benda-benda yang ditemukan itu langsung disimpan di kediaman Sriyanto, sebelum akhirnya hendak dilaporkan pada Rabu (19/4) di Kantor Desa Wonoboyo. Namun kantor desa tetapi tutup.
Sriyanto juga melaporkan kepada Kepala Desa Wonoboyo Supardiyono, tapi yang bersangkutan sedang mudik Lebaran.
Hingga akhirnya berbagai penemuan ODCB itu baru dibawa ke kantor desa pada Senin (24/4) malam.
“Saya sebenarnya takut kalau disimpan di kediaman saya. Apalagi benda itu merupakan sejarah dan purba. Makanya itu dibawa ke kantor desa, menunggu Pak Kades pulang mudik dulu,” ucap Sriyanto.
Sumidi menyerahkan sepenuhnya kepada kades terkait hasil penemuan objek diduga cagar budaya tersebut. Dia khawatir, apabila disimpan oleh warga justru terkena masalah di kemudian hari.
“Makanya itu kami langsung melapor ke Pak Kades. Daripada nanti kena masalah,” ucap Sumidi.
Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo Supardiyono menjelaskan, dari penemuan ODCB oleh warganya itu telah dilaporkan ke Pemerintah Kecamatan Jogonalan. Diharapkan laporan tersebut bisa diteruskan ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X (Jateng dan DIJ)
“Ini menjadi penemuan kembali setelah adanya penemuan pertama pada 1990. Apalagi bentuknya macam-macam seperti mangkuk dua buah, lentera, arca dan nampan. Saat dilakukan evakuasi ke kantor desa juga mendapatkan pendampingan dari polsek dan koramil,” ucap Supardiyono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk sementara waktu berbagai temuan ODCB disimpan di kantor desa dengan penjagaan ketat. Sambil menunggu dari pihak berwenang melakukan peninjauan atas penemuan tersebut.
“Untuk Jalan Tol Jogja-Solo yang melintasi Situs Wonoboyo memang nantinya dibuat jalan melayang. Tetapi kami melihat gambar secara detail nantinya seperti apa,” tambah Supardiyono.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPK Wilayah X Deni Wahyu Hidayat mengatakan, akan lakukan koordinasi terlebih dahulu apakah sudah menerima laporan terkait penemuan ODCB di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan tersebut atau belum.
“Saya akan kroscek dulu, apakah sudah menerima laporan atau belum. Habis (cuti) Lebaran, kami akan ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” pungkasnya. (ren/ria) Editor : Syahaamah Fikria